Dikabulkan Hakim, Resmi Menjanda

Dikabulkan Hakim, Resmi Menjanda

  Selasa, 27 Oktober 2015 13:50
kapanlagi.com

JAKARTA—Sidang  gugatan cerai Denada dan Jery Arum kini menumui titik terang. Setelah beberapa kali melewati persidangan, rumah tangga Denada dan Jery Arum akhirnya resmi bubar. Ini sesudah majelis hakim mengabulkan gugatan cerai di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Senin (26/10).

”Tadi  sudah dibacakan oleh ketua majelis. Berdasarkan gugatan, barang bukti dan saksi, maka gugatan dari Denada dikabulkan,” jelas Rhony Sapulete usai menghadiri sidang.
Sidang kali ini hanya dihadiri Denada didampingi kuasa hukumnya Rhony Sapulete, sedangkan Jery memilih absen di sidang terakhirnya ini. Dia hanya  diwakili kuasa hukumnya Andriko Saputra. Melalui kuasa hukumnya, Jery menjelaskan bahwa ketidakhadiran dirinya pada sidang putusan tersebut bukanlah suatu kesengajaan, namun ia sedang melakukan beberapa pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan.
”Berhubung dari tadi pagi sampai dengan sore ini (kemarin, Red), Jery sedang melakukan meeting. Jadi ia tidak bisa mengahadiri sidang ini” papar Andriko.
Meski sudah resmi bercerai dengan Jery, namun Denada tetap memberikan waktu yang selauas–luasnya pada mantan suaminya itu untuk bertemu dengan sang buah hatinya. Ini karena hak asuh anak berdasarkan putusan sidang tersebut diberikan kepada Denada.
”Ya alhamdulillah, ini yang terbaik. Sebagai seorang perempuan  saya juga mengambil keputusan yang terbaik. Jadi terima kasih banget untuk Pengadilan Agama Jakarta Selatan yang sudah mengabulkan permohonan saya,” jelas Denada saat keluar dari ruang sidang.  
Dalam kesempatan itu, kuasa hukum Denada pun menjelaskan bahwa dalam sidang tersebut tidak membahas harta gono gini. Namun Jery dan Denada sepakat membesarkan putrinya bersama–sama, termasuk membayar premi asuransi kesehatan dan asuransi pendidikan putri mereka. Sebagai mantan suami Denada, Jery akan memberikan depositonya sebesar Rp1,5 miliar dan menafkahi anaknya dengan memberikan minimal Rp7 juta setiap bulan.
Untuk hari pertama Denada menjalankan hidupnya sebagai seorang single parent. Dia memilih untuk memotong rambutnya.  Meski mangaku sedih dengan perceraian tersebut, namun Denada mengaku perceraian merupakan jalan yang teebaik untuk solusi masalah rumah tangganya.
”Semua orang yang mengalami apa yang saya alami akan merasakan hal yang sama juga seperti yang saya rasakan. Sebagai ibu dari anak saya, ini adalah keputusan yang terbaik,” tandas Denada.
Perlu diketahui pasangan ini menikah pada 15 Februari 2012 silam. Masa pernikahan selama tiga tahun delapan bulan itupun harus berakhir dipengadilan agama. (nas)