Dihadiri Kerajaan Negeri Jiran dan Raja se-Nusantara

Dihadiri Kerajaan Negeri Jiran dan Raja se-Nusantara

  Rabu, 26 Oktober 2016 09:30

Berita Terkait

MENYUKSESKAN pegelaran budaya tahunan tersebut, pemerintah daerah setempat melaksanakan rapat persiapan, Senin (25/10) di Aula Kantor Bupati Mempawah.

Kepala Dinas Perhubungan, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Mempawah, Suharjo Lie mengungkapkan, pemerintah daerah memiliki komitmen yang kuat untuk terus mengemas dan mengembangkan penyelenggaraan event budaya robo-robo dengan maksimal setiap tahunnya. Keseriusan itu ditunjukan dengan melakukan koordinasi bersama tiga kepanitiaan sekaligus.

“Budaya Robo-Robo ini tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Mempawah. Bahkan, dalam pelaksanaannya melibatkan tiga kepanitiaan, yaitu panitia kerajaan, panitia kabupaten, dan panitia lokal atau masyarakat di arena robo-robo,” ungkap Suharjo Lie.

Suharjo mengaku, sejauh ini pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak Keraton Amantubillah Mempawah sejak dua bulan lalu. Hal itu sangat penting dan strategis agar seluruh persiapan semakin matang dan maksimal. Mengingat, pada robo-robo tahun ini akan dihadiri sejumlah kerabat kerajaan dari negeri jiran.

“Beberapa kerabat kerajaan yang akan hadir pada event budaya robo-robo nanti yakni Kerajaan Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura. Termasuk pula pejabat-pejabat dari pusat dan raja-raja se-nusantara akan datang ke Mempawah,” paparnya.

Karena itu, sambung Suharjo tidak berlebihan jika pihaknya sejak jauh hari melakukan serangkaian persiapan. Salah satunya dengan menambah faslitas umum di arena penyelenggaraan robo-robo. Supaya, penyelenggaraan event budaya robo-robo di Kuala Mempawah akan semakin sukses dan edukatif.

“Di antara yang akan kami siapkan yakni fasilitas kamar kecil. Kita akan tempatkan beberapa unit mobile toilet di arena robo-robo untuk memudahkan para tamu dan masyarakat yang membutuhkan kamar kecil,” urainya.

Bukan hanya itu, imbuh Suharjo, pihaknya pun akan melakukan pembenahan terhadap komplek pemakaman Raja Opu Daeng Menambon Mempawah di Dusun Sebukit Rama, Desa Pasir. Sehingga memberikan kesan mendalam bagi masyarakat yang berziarah nantinya.

“Kita ingin membangun fasilitas-fasilitas penunjang di komplek pemakaman Raja Opu Daeng Menambon. Sehingga akan membetuk nuansa wisata religi yang berkesan dan memberikan nilai-nilai sejarah bagi masyarakat yang berziarah,” tutupnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Mempawah, Mochrizal menyebut event budaya robo-robo sebagai ajang yang sangat besar. Karena itu, dia berharap adanya koordinasi dan kerjasama yang baik dari tiga kepanitiaan yang telah dibentuk. Terutama, dalam hal penataan rangkaian acara atau kegiatan, hendaknya lebih konsistensi terhadap waktu yang telah dijadwalkan.

“Perlu konsekuensi, konsistensi, dan disiplin terkait jadwal acara. Makanya, perlu koordinasi, kerja sama, dan sinergi antar semua panitia. Jangan semua pekerjaan dibebankan ke Dinas Hubbudpar sebagai leading sector-nya. Dari awal kita harus solid,” tegas Mochrizal mengingatkan.

Lebih jauh Mochrizal berharap ajang ritual budaya robo-robo dapat terus dikembangkan pelaksanaannya. Supaya, budaya robo-robo mampu menjadi magnet bagi para wisatawan baik domestik maupun mancanegara untuk datang dan berkunjung ke Mempawah.

“Robo-robo ini salah satu potensi pariwisata yang selalu mengundang orang untuk hadir. Potensi inilah yang harus dimaksimalkan. Bahkan, jika dikemas dengan baik bisa menjadi program ekonomi kretatif yang sekarang sedang digalakkan pemerintah,” pendapatnya mengakhiri. (*)

Berita Terkait