Digulung Puting Beliung Aula Kecamatan Ambruk

Digulung Puting Beliung Aula Kecamatan Ambruk

  Sabtu, 7 November 2015 09:15
PUTING BELIUNG : Aula Kantor Camat Hulu Gurung amburuk diterjang puting beliung yang terjadi, pada Kamis (5/11) pukul 14.35 wib.FOTO Baharudin for Pontianak Post Digulung Puting Beliung *Aula Kecamatan Ambruk PUTUSSIBAU—Hujan disertai angin kencang (puting beliung) yang terjadi, Kamis (5/11) pukul 16.35 WIB di kecamatan hulu gurung, kapuas hulu membuat sejumlah bangunan di Nanga Tepuai ibu kota ke hulu gurung porak poranda. Aula kantor kecamatan hulu gurung, sejumlah rumah penduduk dan bangunan pesant

Berita Terkait

PUTUSSIBAU—Hujan disertai angin kencang (puting beliung) yang terjadi, Kamis (5/11) pukul 16.35 WIB di kecamatan hulu gurung, kapuas hulu membuat sejumlah bangunan di Nanga Tepuai ibu kota ke hulu gurung porak poranda.Aula kantor kecamatan hulu gurung, sejumlah rumah penduduk dan bangunan pesantern ambruk. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai Rp 300 juta.Camat Hulu Gurung Drs. Baharudin dihubungi, Jumat (6/11) pagi membenarkan peritiwa itu. Seluruh staf kantor camat bersama warga sudah melakukan evakuasi terhadap puing-puing bangunan yang ambruk. Demikian juga dengan keluarga besar pesantren Al Jihad Nanga Tepui yang tidak luput dari terjangan puting beliung, yang menerbangkan dan merusakan sebagian atap pesantren itu.

“Akibat angin puting beliung itu aula kantor camata hulu gurung roboh, rata dengan tanah, ,” terang Baharudin. Demikian juga dengan bangunan surau, wc dan pendopo PIV pondeok pesantren Al-Jihad Nanga Tepui juga alami kerusakan.Terutama bagian atap. Selain itu, sejumlah rumah warga Nanga Tepui juga mengalami kerusakan akibat angin kencang yang berlangsung kurang lebih 5 (lima) menit.Demikian juga dengan kantor Polsek Hulu gurung, tertimpa pohon tumbang. “Kayu banyak tumbang kejalan dan menimpa rumah penduduk. Jaringan listrik mati total. Demikian juga tower telkom hulu gurung juga rusak,” jelasnya. Akibat musibah itu kerugian material diperkirakan tidak kurang dari Rp 300 juta terutama untuk bangunan pendopo yang dibangun sejak tahun 1989, 2013 dan tahun 2014.

“Bangunan pendopo yang dijadikan aula camat pertama dibangun tahun 1989 untuk MTQ dibangun kembali pada tahun 2013 dan 2014, jadi ada tiga bagian bangunan,” jelasnya. Seraya mengatakan, tidak ada korban jiwa atas peristiwa tersebut. Musibah itu juga sudah dilaporkannya ke pemerintah kabupaten melalui BPD kapuas hulu. “Saya sudah membuat laporan ke kabupaten,” tutur Baharudin.Selain kecamatan hulu gurung, angin kencang yang disertai hujan juga melanda sejumlah kecamatan di kapuas hulu. Hanya saja tidak ada bangunan yang rusak. Tingginya intensitas hujan beberapa minggu terakhir ini juga berdampak pada naiknya debit air sungai Kapuas dan danau di wilayah Kapuas Hulu ini. Sehingga berdampak langsung pada hasil tangkapan nelayan sungai dan danau.(aan)

Berita Terkait