Dies Natalis Pertama PDD Polnep di Kapuas Hulu

Dies Natalis Pertama PDD Polnep di Kapuas Hulu

  Kamis, 22 September 2016 13:44
DIES NATALIS: Bupati Kapuas Hulu AM Nasir, Wakil Bupati Antonius L Ain Pamero, dan Sekda M uhammad Sukti saat menghadiri acara Dies Natalis pertama PPD Polnep Kapuas Hulu, Senin (19/9). MUSTA’AN/PONTIANAK POST

Menuju Politeknik Mandiri sebagai Kampus Negeri

Pada 29 Agustus  tahun 2015, Gubenur Kalbar Cornelis meresmikan pendirian Program Diluar Domisili (PDD) Polnep di Kapuas Hulu. Kini kampus yang baru berdiri satu tahun ini sudah memiliki 553 mahasiwa yang terdiri dari berbagai bidang studi. Kampus ini diharapkan bisa berdiri sendiri di bawah Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) Indonesia.

MUSTA’AN, Putussibau

KETIKA menghadiri Dies Natalis I PDD Polnep Kapuas Hulu atau peringatan 1 tahun berdirinya perguruan tinggi vokasi itu, Senin (19/9), Bupati Kapuas Hulu AM Nasir mengakui, awal merintis Politeknik ini bukan hal yang gampang dan mudah. Karena, menurut dia, perlu koordinasi dan kerja sama yang baik dengan semua pihak. “Itu dilakukan demi keberlangsungan pendidikan anak-anak di Kapuas Hulu,” kata dia. “Di Kalbar baru ada 4 politeknik. Di Pontianak, Ketapang, Sambas, dan Kapuas Hulu. Sambas dan Ketapang sudah negeri, kalau Kapuas Hulu sudah penuhi standar ini tidak menutup kemungkinan bisa negeri juga,” terang Nasir. 

Bupati pun meminta seluruh mahasiswa untuk menunjukkan prestasi yang baik dan tidak ada yang terlibat narkoba, miras, pergaulan bebas, serta tunjukan etika yang baik. Terkait lahan untuk kampus Polnep seluas 30 hektare, Nasir mengaku sulit mempersiapkannya sekaligus. Tapi, karena sudah bertekat untuk pendidikan Bumi Uncak Kapuas, ditegaskan dia bahwa Pemerintah Kapuas Hulu sudah menyiapkan lahan tersebut. Pemerintah, kata dia, juga memberikan subsidi pada PDD Polnep di Kapuas Hulu. Karena, dijelaskan dia bahwa perguruan tinggi tersebut belum berstatus negeri seperti Politeknik Sambas dan Ketapang. 

“Tahun lalu Polnep ini dapat subsidi Rp8 miliar, sekarang Rp10 miliar untuk operasional politeknik. Kita berada di daerah penyangga perbatasan. Dari itu kualitas SDM harus bisa bersaing dengan mutu pendidikan yang lebih baik,” kata Nasir, pada acara yan juga dihadiri Wakil Bupati Antonius L Ain Pamero, Sekretaris Daerah Muhammad Sukri, serta jajaran Forkopimda Kapuas Hulu. 

Rektor Polnep, HM Toasin, mengatakan bahwa PDD Polnep Kapuas Hulu memiliki 553 siwa. Jumlah tersebut, menurut dia, terdiri dari bidang studi teknologi pekebunan, perikanan, dan sipil. “Saya yakin ini akan berdiri mandiri di bawah Kemristekdikti," ucapnya. 

Untuk itu, memasuki tahun kedua pendirian PPD Polnep Kapuas Hulu, pihaknya telah mengutus enam tenaga pendidik untuk ikut menempuh pendidikan S2-nya. Toasin menyebutkan, S2 merupakan salah satu syarat tenaga pendidik untuk pendirian politeknik mandiri ke depannya. "Perlu disadari, pendidikan sangat penting. SDM yang berkualitas, akan mampu mengelola sumber daya alam yang ada," tegasnya. 

Membangun SDM, diakui dia, bukan perkara mudah. Oleh karena itu, pendidikan di Kapuas Hulu ini, menurut dia, memerlukan dukungan semua pihak, tak hanya Pemkab. "Ke depan, jika tidak terperhatikan, semua perkerjaan dipenuhi SDM dari negara asing," gugahnya. 

Agar SDM Kapuas Hulu terus meningkat, menurut dia, sangat dibutuhkan adanya politeknik mandiri, bahkan diupayakan menjadi negeri. Dengan demikian, dia yakin, pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan akan semakin mudah. “Diharapkan Pemkab Kapuas Hulu menyediakan lahan representatif untuk politeknik,” pinta dia.(aan)