Didukung Tim IPB, Libatkan Juga Tokoh Adat

Didukung Tim IPB, Libatkan Juga Tokoh Adat

  Sabtu, 14 November 2015 09:07
ORANGUTAN: Taman Nasional Betung Kerihun yang juga menjadi habitat utama orangutan Kalimantan. Perlu penataan yang berkesinambungan. SHANDO SAFELA/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun (BBTNBK) terus lakukan berbagai upaya perbaikan pengelolaan taman nasional. Selain didukung dan bantuan tim dari IPB (Institut Pertanian Bogor), juga melibatkan Pemda, tokoh adat, LSM dan lainnya, termasuk masyarakat sekitar taman nasional. Mustaan, Kapuas HuluDIHARAPKAN rencana pengelolaan taman nasional ini dapat mengakomodir kebutuhan atau dinamika perkembangan yang ada di sekitar taman nasional. Dalam pengelolaan taman nasional tersebut, pihak pengelola tak bisa melepaskan diri dari kehidupan masyarakat lokal.

Kepala BBTNBK Ir. Arief Mahmud, M.Si menyebutkan, sesuai Peraturan Pemerintah (PP) No. 28/2011 tentang pengelolaan suaka alam dan kawasan pelestarian alam, jangka waktu penyusunan rencana pengelolaan taman nasional akan berubah jadi 10 tahun.Dijelaskan Arief, setiap taman nasional pada dasarnya disusun berdasarkan rencana pengelolaan. Rencana pengelolaan sebelumnya sudah dibuat dalam jangka waktu 24 tahun, yakni tahun 2000-2024.

“Berdasarkan PP Nomor 28 itu tadi. Jangka waktu rencana pengelolaan diperbaiki menjadi 10 tahun, sehingga. Rencana yang sudah kami buat sebelumnya perlu penyesuaian lagi,” ungkap AriefArief menambahkan, turunan PP tersebut diatas yakni Peraturan Menteri Kehutanan No. 41 tahun 2004 tentang pedoman penyusunan pengelolaan taman nasional.”Yang kami diskusikan pada acara Focus Group Discussion (FGD) di Aula Setda Kabupaten Kapuas Hulu. Jangka waktunya 2016 - 2025,” jelasnya.

Rencana penyusunan pengelolaan ini harus melibatkan para pihak. Para pihak yang dimaksud, kata Arief, termasuk pemerintah daerah, LSM, tokoh masyarakat, adat setempat.“Maka FGD ini tujuannya untuk menghimpun masukan-masukan dari para pihak, agar menghasilkan rencana yang sesuai dengan kebutuhan. Dalam rangka penyusunan ini kita dapat dukungan bantuan dari tim IPB (Institut Pertanian Bogor). Nanti mereka lah yang akan meramu penyusunan rencana pengelolaan taman nasional. Diharapkan bisa menghasilkan apa yang kita inginkan besama,” katanya.

Dijelaskan Arief, prinsip dasar perubahan PP tersebut hanya pada jangka waktunya saja dan untuk mempermudah dalam melakukaan evaluasi terhadap visi misi pengelolaan taman nasional. “Dengan PP ini kami bisa melakukan evaluasi atau peninjauan setiap tahun.Agar rencana yang telah kami buat dengan mudah diketahui untuk perbaikan pengelolaan taman nasional itu sendiri,” papar Arief. (*)

Berita Terkait