Diduga Malapraktik Perawat Jadi Tersangka

Diduga Malapraktik Perawat Jadi Tersangka

  Sabtu, 19 November 2016 09:30

Berita Terkait

SINGKAWANG—Polres Singkawang akhirnya menetapkan ST sebagai tersangka dalam kasus dugaan malapraktik terhadap salah satu warga YH. Tersangka merupakan seorang perawat di sebuah Puskesmas di kota Singkawang. Bahkan pihak kepolisian sudah melimpahkan kasus ini ke Kejaksaan Negeri Singkawang.

 

 “Sudah ditetapkan satu tersangka, bahkan berkasnya sudah dilimpahkan ke kejaksaan,” ungkap Kapolres Singkawang melalui Kasat Reskrim Polres Singkawang, AKP Michael kepada koran ini Kamis (17/11) kemarin.
Dugaan malapraktek tersebut terjadi pada awal Agustus 2015 lalu, namun pada saat dilakukan  pemeriksaan mata, ternyata berdasarkan pengakuan YH bahwa oknum ST melakukan tindakan medis dengan mengorek-gorek matanya menggunakan jarum yang lembut.
Lalu dibawa ke dokter spesialis mata di RS Serukam, ternyata ada hal yang parah dilakukan sebelumnya, dokter spesialis mata sempat heran kenapa ada tindakan medis yang sepertinya tidak sesuai prosedur.
Akhirnya Efdi Ibrahim sang suami membawa YH berobat ke Rumah Sakit di Bandung, dan berdasarkan keterangan dokter disana bahwa mata istrinya sebelah kiri sudah mengalami cacat permanen.
Atas kejadian itulah pihaknya melaporkan oknum ST ke Polres Singkawang pada 18 Desember 2015 tentang dugaan tindak pidana mal praktik. Sebelumnya sudah puluhan saksi diperiksa kepolisian termasuk sejumlah orang di orgranisasi profesi baik IDI maupun PPNI.
Atas perlakuan ST, polisi mengenakan pasal 77 dan 78 UU RI Nomor 29 tahun 2004 tentang praktek kedokteran. Dimana dalam pasal 77 berbunyi; Setiap orang yang dengan sengaja menggunakan identitas berupa gelar atau bentuk lain yang menimbulkan kesan bagi masyarakat seolah-olah yang bersangkutan adalah dokter atau dokter gigi yang telah memiliki surat tanda registrasi dokter atau surat tanda. registrasi dokter gigi dan/atau surat izin praktik”.
Kemudian dalam pasal 78 yang berbunyi  sebagaimana dimaksud;
“Setiap orang yang dengan sengaja menggunakan alat, metode atau cara lain dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang menimbulkan kesan seolah-olah yang bersangkutan adalah dokter atau dokter gigi yang telah memiliki surat tanda registrasi dokter atau surat tanda registrasi dokter gigi atau surat izin praktik”.
Sehingga dalam kedua pasal tersebut juga dibunyikan bahwa siapapun pelakunya diancam pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp 150.000.000,00 (seratus lima puluh juta rupiah). Terpisah, Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Singkawang, Anggiat Pardede saat ditanya koran ini membernarkan bawah polisi sudah melimpahkan kasus ini ke Kejaksaan Negeri Singkawang.
“Sudah disampaikan ke kita baru baru ini berkasnya,” ungkapnya. (har)

 

Berita Terkait