Didemo Jutaan Orang pada 25 November, Ini Jawaban Ahok

Didemo Jutaan Orang pada 25 November, Ini Jawaban Ahok

  Jumat, 11 November 2016 14:24
FOTO MIFTAHULHAYAT/JAWA POS

Berita Terkait

Umat muslim dikabarkan akan masih menggelar aksi damai ketiga pada 25 November mendatang untuk menindaklanjuti dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama.

Menanggapi informasi tersebut, Calon Gubernur DKI Jakarta yang biasa disapa Ahok menyebut Indonesia akan kembali ke zaman barbar.

Bahkan pria yang pernah kalah pada Pilgub Bangka Belitung itu menyebut, negara ini bakalan pecah, jika ada demo besar.

Dikatakannya, apalagi jika massa yang berunjuk rasa dikabarkan berpotensi mencapai jutaan orang. Jika itu terjadi maka bangsa ini akan kembali kepada zaman barbar. Untuk mengalahkan satu orang, maka diperlukan lima juta pasukan.

"Mau perang kolosal kayak perang zaman dulu? Yang perang berminggu-minggu, kan lucu," ucapnya di kediamannya di Pantai Mutiara, Jakarta Utara, Kamis (10/11) malam.

Kini, disebutkannya, untuk mencegah terjadinya kematian akibat perang, maka diganti dengan pencoblosan kertas suara. Tidak ada lagi mobilisasi massa yang bisa mengakibatkan korban berjatuhan.

"Istilahnya peluru digantikan suara. Dulu pakai peluru sekarang kita ganti dengan kertas suara," paparnya.

Sebagaimana diberitakan, Kapolri Jenderal Tito Karnavian sudah menerima informasi akan adanya unjuk rasa susulan pada 25 November.

Demo tersebut sebagai lanjutan dari unjuk rasa Jumat (4/11) pekan lalu menuntut Ahok dipenjarakan. (uya/JPG)

Berita Terkait