Dibuang Dalam Kardus, Bayi Ditemukan Mati

Dibuang Dalam Kardus, Bayi Ditemukan Mati

  Minggu, 14 February 2016 09:16
HARI KURNITHAMA/PONTIANAK POST DIBUANG : Bayi yang ditemukan warga ditinggal oknum tak bertanggung jawab di teras rumah Kamal warga Dusun Mak Lebar Desa Senujuh Kecamatan Sejangkung. Bayi laki-laki mungil ini meninggal dunia diduga karena terlahir prematur sehingga paru parunya belum berfungsi maksimal.

SAMBAS—Penemuan sosok bayi laki-laki Dusun Mak Lebar Desa Senujuh Kecamatan Sejangkung bikin warga geger Sabtu (13/2) sekitar pukul 05.20 wib kemarin. Bayi itu ditemukan di teras depan rumah Kamal warga yang masih dalam proses pembangunan dan belum berpenghuni. Bayi pertama ditemukan Dina tetangga depan rumah Kamal terbungkus sehelai kain yang dimasukkan ke dalam kardus. 

 Kepala Dusun Mak Lebar Yasir menerangkan ketika hendak membuka pintu rumah. Dina penasaran mendengar suara bayi, dilihatnya dirumah Jamal ada kardus, karena penasaran,  Dina menghampirinya. Setelah dilihat ternyata bayi laki-laki berbungkus sehelai kain di dalam kardus. "Karena kasihan, Dina langsung membawa bayi laki-laki tersebut kerumahnya dan dirawat sementara oleh ibunya Walia,”jelas Yasir.

 Setelah dirawat, pagi itu juga Walia dan Dina bersama warga memeriksakan kondisi bayi ke bidan desa, tujuannya agar mendapatkan penanganan dan perawatan medis intensif, selanjutnya dirujuk ke Rumas Sakit Umum Daerah (RSUD) Sambas guna mendapatkan penangan lebih lanjut. "Sekarang bayinya telah diserahkan kepada pihak RSUD Sambas untuk diberikan perawatan, "tegasnya.

 Kapolres Sambas AKBP Sunario melalui Kapolsek Sejangkung IPTU Samiun membenarkan penemuan bayi berjenis kelamin laki-laki, bayi tersebut usai waktu Magrib meninggal setelah menjalani perawatan, karena bayi tersebut melahirkan prematur. "Kita dari awal mendampingi bayi dari mulai ditemukan hingga dibawa ke RSUD Sambas, setelah menjalani perawatan beberapa jam, bayi tersebut meninggal, "katanya.

Melalui intruksi Kapolres Sambas, pihaknya langsung melakukan penyidikan dan telah memeriksa beberapa saksi, langkah lainnya, kita juga meminta informasi dari Puskesmas, bidan dan bidan kampung siapa-siapa ibu hamil di Kecamatan Sejangkung. “Tentunya kita minta informasi juga dari masyarakat, sehingga kita bisa cepat melacak siapa ibu yang tega menelantarkan bayinya yang saat ini telah meninggal,”pungkasnya.

Sementar itu, dokter Jaga Instalasi Gawat Darurat (IGD) dr Herdi mengatakan bayi laki laki yang ditemukan warga di desa Senujuh, Kecamatan sejangkung pada pukul 19.10 wib dinyatakan wafat, akibat organ paru-paru bayi belum berfungsi cukup baik. Saat di temukan oleh warga bayi tersebut baru berumur dua hari dengan bobot bayi seberat 1,1 kg dengan panjang 40 cm, saat dilahirkan bayi tersebut baru berusia kandungan 7 bulan. “Kemungkinan lahir prematur. saat ditemukan tali ari-ari juga dalam kondisi telah terpotong,”ujarnya sesaat setelah memberikan penangan medis di ruang IGD RSUD Sambas, ia mengatakan setelah memberikan beberapa penanganan medis seperti menghangatkan badan bayi dengan lampu dan memberikan alat bantu bernafas serta melakukan penyedotan karena adanya cairan didalam paru paru. “Kami telah melakukan upaya penanganan medis dengan maksimal dengan memasukkan ke dalam ruang ingkubator namun kondisi bayi terus melemah sebelum akhirnya meninggal,” ujarnya. (har)‎