Dibantu Alam, Lirik Wisata Tracking

Dibantu Alam, Lirik Wisata Tracking

  Rabu, 28 September 2016 09:30
HUTAN PERAWAN: Salah satu hutan perawan di Kalimantan. Keberadaan hutan perawan seperti ini menjadi andalan Desa Batu, Kecamatan Seberuang untuk mendatangkan wisatawan. PAGIMORNING.BLOGSPOT.CO.ID

Berita Terkait

PUTUSSIBAU – Tindak hanya kecamatan yang berada di kawasan Taman Nasional Dana Sentarum (TNDS) dan Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) yang menyajikan wisata petualangan menyusuri hutan tropis. Kecamatan lainnya yakni Seberuang ternyata juga menyediakan objek wisata tracking, tepatnya di Desa Bati. Sekitar kurang lebih 30 hetare hutan perawan berusia ratusan tahun menantang siapapun untuk bertandang ke sana.
Kepala Desa (Kades) Bati, Agustinus, mengatakan, kawasan hutan di desanya itu sudah lama dicanangkan sebagai kawasan hutan adat, yang nantinya sebagai kawasan wisata alam. Saat ini, pihaknya tengah mempersiapkan regulasi pendukung penetapan kawasan tersebut sebagai kawasan tracking. “Sudah saya siapkan untuk wisata tracking. Kini tengah persiapan regulasinya saja,” terangnya, Selasa (27/9) di Putussibau.
Agustinus mengatakan, kawasan seluas 30 hetare tersebut memang masih asli dan belum pernah disentuh manusia. Pasalnya mereka memang menjaga kelestariannya bersama-sama. “Selain disiapkan sebagai kawasan wisata alam. Juga sebagai sumber air bersih di desa kami,” terangnya.
Oleh karena itu, masyarakat desanya selalu menjaga kawasan hutan itu, agar tetap terjaga kelestariannya. Dikatakannya, dengan luas kurang lebih 30 hetare itu, merupakan hutan tropis yang banyak didiami beraneka ragam satwa liar. Keberadaanya, dipastikan dia, juga tetap dijaga masyarakat di sana. Apalagi, dia menambahkan, kawasan pertanian dan perkebunan rakyat sudah ada. Jika sudah ditetapkan sebagai kawasan wisata tracking, dia yakin akan banyak wisatawan yang berkunjung ke daerahnya, karena kawasan hutan itu mudah dijangkau.
“Kalau daerah lain mungkin banyak kawasan hutan perawan. Tapi jauh dan sulit dijangkau. Kalau kawasan hutan di Desa Bati ini mudah dijangkau karena dekat,” terang dia.
Selain mengembakan wisata tracking, pihaknya juga membangun BUMDes atau badan udaha milik desa. Badan usaha itu, dijelaskan dia, bergerak bidang pertanian dan perkebunan, yang diharapkan bisa meningkatkan kesejahtraan petani.
Agustinus mengatakan, saat ini desanya memang menjadi salah satu desa terisolir di Kecamatan Seberuang. Tetapi sejak masuknya listrik ke desanya, ekonomi masyarakat mulai membaik. Bahkan, dia menambahkan, sektor usaha kecil juga tumbuh. Demikian juga dengan pembangunan infrastruktur desa, secara perlahan, diakui dia, mengalami peningkatan. “Sejak PLN masuk, pertumbuhan ekonomi masyarakat mulai bergairah,” ucapnya.(aan)

 

Berita Terkait