Dibalik Kebersihan Makam Pahlawan Manalo Marajuang, Putussibau

Dibalik Kebersihan Makam Pahlawan Manalo Marajuang, Putussibau

  Kamis, 12 November 2015 11:22
BERSIH: Taman makam pahlawan Manalo Marajuang, Putussibau saat peringatan Hari Pahlawan kemarin dan inzert, Dahar (penjaga makam). MUSTAAN/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Makam bagi sebagian orang masih dianggap angker dan menyeramkan. Tetapi tidak bagi Dahar. Kecintaannya terhadap pahlawan yang telah memperjuangkan republik ini ia rela tinggal dikomplek pemakaman pahlawan Manalo Marajuang Putussibau.MUSTA’AN, Kapuas Hulu

BAHKAN ia membawa anak dan istri tinggal di komplek pemamakan tersebut, baginya setiap mahluk bernyawa pasti akan meninggalkan dunia ini. Dahar berprofesi sebagai penjaga makam pahlawan Manalo Marajuang Putussibau kota sejak tahun 2003.Tidak hanya tinggal dan membersihkan makam pahlawan. Ia juga membawa anak dan istrinya tinggal disekitar makam. Kendati tinggal dekat makam, ia merasa tidak takut, karena menurutnya setiap mahluk bernyawa pasti akan kembali ke tanah, tinggalkan alam dunia untuk selama-lamanya.

Pria berusia 32 tahun ini mengaku setiap hari membersihkan makam pahlawan mulai dari menyiangi  rumput hingga menurunkan bendera. Ia mengaku tidak bisa melihat kondisi makam itu kotor kendati yang ada hanyalah makam pahlawan."Ini sudah seperti rumah saya sendiri, harus bersih. Karenanya setiap hari saya selalu membersihkan makam pahlawan ini, kadang dibantu anak istri saya,” katanya.Menurut pria satu anak ini, di hari-hari biasa tak banyak pengunjung berziarah ke makam pahlawan manalo mara juang. Kecuali dihari-hari tertentu seperti peringatan hari pahlawan. Selanjutnya Dahar mengaku senang menjaga makam pahlawan, karena baginya ini adalah lumbung pahala bagi dia dan keluarga.Walaupun demikian untuk menyambung hidup keluarga ia berharap perhatian pemerintah.

 Pria asal Nanga Kalis ini sejak beberapa tahun terakhir ini memang menerima insentif Rp 700 ribu dari pengabdiannya menjaga makam pahlawan. Sementara ia harus memenuhi kebutuhan anak dan istrinya.

"Saya berharap ada tambahan insentif dari pemerintah," ucapnya. Demikian juga dengan biaya perawatan yang diberikan pemerintah kepada dirinya sementara kondisi makam lumayan luas.Terpisah Rustini Kepala Bidang Sosial Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Kapuas Hulu mengaku prihatin dengan apa yang dikeluhkan Dahar dan insentif yang diterimanya. Menurutnya bukannya pemerintah tidak memberikan perhatian kepada dahar, melainkan dana yang ada masih terbatas. Karena harus dibagi dengan Tagana, TKSK, Karang Taruna dan kegiatan lainnya.Namun ia berjanji kedepan akan berupaya menaikkan insentif penjaga makam. Diakuinya, penjaga makam di Kapuas Hulu ini ada dua yakni penjaga makam di Manalo Marajuang dan penjaga makam kerajaan di kecamatan Semitau. (*)

 

Berita Terkait