Diancam Pakai Gergaji, Ayah Setubuhi Anak Kandung

Diancam Pakai Gergaji, Ayah Setubuhi Anak Kandung

  Jumat, 13 May 2016 09:30

Berita Terkait

Seorang anak perempuan berusia 14 tahun harus kehilangan keperawanannya pada usia belia. Pelaku bukanlah orang lain, melainkan bapak kandung sendiri, yakni Km (37). 

****

AKSI bejat tersangka itu berlangsung di sebuah pondok di tengah sawah Desa Kapur, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, pada Senin, 9 Mei lalu sekitar pukul 21.00. 

Korban saat itu diajak tersangka untuk membersihkan pondok yang akan didiami. Saat korban tengah membersihkan bagian dapur, tiba-tiba saja bapaknya datang dan meminta untuk dilayani. "Saya waktu itu tidak sadar," kata tersangka, Km yang telah meringkuk di Mapolresta Pontianak, Kamis, (12/5). 

Meski melawan, korban akhirnya tak mampu berbuat banyak. Iya ditampar sebanyak dua kali, dipegang tangannya dan diancam dengan sebilah gergaji. "Saat saya ancam korban. Dia diam dan menjalani perintah yang saya suruh. Dia buka baju dan saya pun menyetubuhinya," aku tersangka. 

Seperti tak berdosa, usai melakukan perbuatan keji itu, tersangka pun membawa korban pulang ke ke rumah kontrakannya di Parit Mayor. "Saya khilaf, mungkin perbuatan ini nekat saya lakukan karena saya kurang puas dengan pelayanan istri," dalih tersangka. 

Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Andi Yul Lapawesean membenarkan telah menangkap tersangka persetubuhan anak yang pelakunya adalah bapak kandung korban. "Terungkapnya kasus ini karena korban menceritakan apa yang dialaminya kepada bibinya. Lalu pada 10 Mei, bibi korban melaporkan apa yang dialami keponakannya ke Polsek Sui Raya," kata Andi. 

Andi menuturkan, dari Polsek kasus tersebut dilimpahkan ke Polresta Pontianak dan dilakukannya penyelidikan, mulai dari meminta keterangan korban, mencari bukti pakaian dan melakukan visum terhadap korban. 

"Hasil visum menyebutkan jika kemaluan korban terdapat bekas luka benda tumpul. Dari alat bukti dilakukan penangkapan terhadap tersangka di rumah saudaranya di Pontianak Utara pada Rabu dini hari 11 Mei," ungkapnya. 

Andi mengatakan dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka, yang bersangkutan mengakui perbuatannya dan itu baru dilakukan pertama kali. "Sesuai perbuatannya tersangka akan dikenakan pasal 82 Undang undang nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana penjara minimal lima tahun maksimal 15 tahun," kata Andi. 

Pada kasus berbeda, pelaku penganiayaan berinisial Mur yang menyebabkan mata kiri Riko, tahanan di Rutan Klas IIA Pontianak buta akhirnya menyerahkan diri ke polisi pada Kamis (12/5). 

Mur menyerahkan diri setelah hampir dua minggu melarikan diri. Ia mengaku siap mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut. Mur mengaku nekat menusuk mata korban dengan sebilah pisau karena sakit hati dengan korban yang telah menipu pamannya. 

"Riko gadai motor dengan paman saya. Sudah ditanya baik-baik itu motor bermasalah atau tidak. Dia bilang motor itu miliknya, ternyata setelah dibayar polisi datang nangkap paman saya karena motor itu motor curian," kata tersangka di Mapolpresta Pontianak, Kamis (12/5). 

Kesal dengan perbuatan korban, lanjut dia, pun lalu mendatanginya di Rutan Klas IIA Pontianak. Setelah bertemu langsung dipukul dan mata kiri diciduk dengan pisau yang telah disiapkan. "Saya kesal, pamannya sudah baik sama dia. Makan, tidur di rumah sudah seperti saudara. Tapi dia tega membohongi paman saya," ucapnya.

Wakil Kasat Reskrim Polresta Pontianak AKP Kemas Abdul Aziz mengatakan, tersangka menganiaya korban pada Minggu 1 Mei 2016 sekitar jam 18.15. Tersangka menyayat bagian mata sebelah kiri korban dengan senjata tajam sehingga mengakibatkan luka dan mengalami buta. 

Dari laporan orangtua korban, lanjut Aziz, dilakukan penyelidikan dan didatangi terus keluarganya untuk memberi informasi perbuatan tersangka, hingga akhirnya yang bersangkutan menyerahkan diri. "Dari hasil introgasi motif tersangka melakukan penganiayaan karena korbam membohongi pamannya, sehingga ia merasa kesal," ungkap Aziz. 

Aziz menegaskan sesuai dengan perbuatannya tersangka akan dikenakan pasal 351 ayat 2 dengan ancaman pidana penjara lima tahun. Perbuatan tersangka telah menyebabkan korban luka berat, dalam kasus ini korban mengalami buta permanen. "Dari catatan kami, tersangka ini penjahat kambuhan dengan kasus yang sama," ungkap Aziz. (adg)

Berita Terkait