Diamati Internasional, Luhut: Pilkada Harus Sukses

Diamati Internasional, Luhut: Pilkada Harus Sukses

  Rabu, 9 December 2015 21:23

Berita Terkait

JAKARTA - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan menegaskan pelaksanaan pilkada serentak di 264 provinsi, kabupaten dan kota hari ini dipantau dunia internasional. Karenanya, ia menegaskan, pelaksanaan pilkada serentak untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia itu harus sukses. Luhut memerintahkan kepada Polda-Polda di Indonesia supaya menjaga pesta demokrasi itu berjalan baik.

"Kita diamati internasional. (Misalnya) di Tangsel (Tangerang Selatan, Banten) ada 70 pengamat internasional. Kemarin kita sudah buktikan di pilpres bahwa demokrasi cukup matang," kata Luhut saat menggelar videoconference bersama Kapolri Jenderal Badrodin Haiti dengan sejumlah Polda di Indonesia, di ruang Crisis Center Mabes Polri, Rabu (9/12).

Luhut mengingatkan seluruh jajaran Polda menjaga jangan sampai ada kericuhan. Yang tak kalah penting, Polda juga tetap menjaga situasi keamanan di lima daerah yang tak bisa mengikuti pilkada serentak. Lima daerah itu adalah Kalteng, Simalungun, Siantar, Fak Fak dan Manado. "Saya minta teman-teman Polda untuk menyampaikan pesan kepada yang tidak ikut untuk menghormati putusan hasil pilkada. Selalu gunakan pendekatan yang soft," kata Luhut.

Kapolri  menyarankan agar penundaan pilkada di lima wilayah tidak berlangsung dalam waktu yang cukup lama. "Supaya bisa segera dilaksanakan," kata Haiti. Kapolri menegaskan, kondisi kamtibmas di tanah menjelang pilkada aman. Dia mengatakan, hanya ada satu kejadian yang menonjol, yakni di Keerom. "Terjadi pemukulan ketua KPPS (kelompok penyelenggara pemungutan suara)," kata Haiti. Peristiwa berawal saat ada seorang warga yang tidak termuat dalam daftar pemilih tetap. Lalu, Ketua KPPS mengatakan hal itu bukan wewenangnya. "Akhirnya terjadi pemukulan," ungkap Haiti. Polri mengerahkan 192.901 personel mengamankan 246.576 tempat pemungutan suara. Selain itu juga dibantu 11 personel TNI. (boy/jpnn)

Berita Terkait