Di Malam Hari Aku Bekerja Untuk Allah

Di Malam Hari Aku Bekerja Untuk Allah

Jumat, 5 February 2016 08:06   2,129

Oleh: Uti Konsen.U.M. Allah Subhanahu wata’ala berfiman “ Sesungguhnya pada siang hari engkau sangat sibuk dengan urusan – urusan yang panjang “. Urusan apa itu ?.” “ Bermegah – megahan telah melalaikan kamu .Sampai kamu masuk ke dalam kubur.Sekali – kali tidak. Kelak kamu akan mengetahui akibat perbuatanmu itu “ ( At-Takasur (102 ) : 1-3 ). Dalam Al Quran Tajwid Dan Terjemah oleh Pustaka Maghfirah,yang dimaksud bermegah-megah itu yaitu “ Bermegah – megah dalam soal banyak anak, harta,pengikut, kemuliaan dan sebagainya telah melalaikan kamu dan ketaatan kepada Allah “

Sejarah mencatat bahwa para Pemimpin Pemerintahan islam zaman salafus saleh, menjadikan malamnya hanya diperuntukkan guna beribadah kepada Allah. Mereka rela disiang hari tidak sempat mengaso, dan menghabiskan waktunya untuk mengurus rakyatnya  agar pada malam hari bisa berkhidmad dengan Rabb-nya. Sehingga salah Seorang ulama tabi’in berkata “ Jadikanlah rumah anda sebagai masjid untuk melakukan salat malam “. Imam Ali Zainal Abidin, secara disiplin ketat melaksanakan ayat 16 As-Sajdah “ Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka “. Dan ia bersedekah secara sembunyi sembunyi di malam hari, dia antar ke depan rumah kaum duafa. Sehingga banyak yang mengira ia seorang bakhil, sebab tidak pernah bersedekah secara terang – terangan.

Diantara salafus saleh berkata “ Di setiap waktu sahar, Allah memperhatikan hati setiap orang yang terjaga pada waktu itu. Kemudian Allah menuangkan cahaya ke dalam hati orang tersebut, hingga kemudian terpancar segala kebaikan dari hatinya. Jadi orang yang senantiasa bangun malam akan selalu berada dalam petunjuk dan bimbingan Allah, sehingga setiap derap langkahnya bisa mendatangkan manfaat bagi orang lain.”

Abu Al-Ahwash bertutur “ Umara dan ulama zaman dhulu, banyak beramal, sedikit bicara. Banyak belajar. Mereka hidupkan malam – malamnya dan sedikit tidur. Ketika berkeliling rumah atau melewati masjid pada malam hari, aku selalu mendengar suara gemuruh bagaikan suara lebah. Ternyata itu adalah suara zikir para umara dan ulama dan salaf saleh. Mereka tidak pernah tidur malam, kecuali sangat sedikit. Berbeda dengan para umara dan ulama  zaman sekarang yang selalu terlelap di atas kasurnya yang empuk.”

Ketika pasukan Romawi dan Persia berhasil ditaklukkan oleh tentara Islam yang baru muncul dan jumlahnya sedikit, Raja Romawi mengirimkan utusan untuk minta bantuan Kaisar Tiongkok. Sang Kaisar bertanya, “ Apa rahasia kekuatan pasukan Islam ? “. Sang delegasi menjawab “ Mereka di malam hari bagaikan Rahib ( pendeta ) dan di siang hari mereka bagaikan singa Tuhan, giat bekerja dan berpuasa “. Mendengar laporan itu, maka Sang Kaisar tidak jadi memberikan bantuan dengan asalan “ Kalau begitu, mereka pasti dibantu Tuhan mereka “. Allah Subhanahu wata’ala berfirman “ Allah menjadi pembela bagi orang yang bertaqwa “( Al Jasiyah 19 ).

Umar bin Khattab Radhiayyalahu ‘Anhu, sebagai kepala negara, berkata “ Jika aku tidur siang, sungguh aku telah melalaikan rakyatku. Andai aku tidur di malam hari aku telah melalaikan diriku untuk mendekati Tuhanku. Bagaimana bisa aku tinggalkan dua hal tersebut dengan tidur.”

Umar bin Abdul Aziz buyut Umar bin Khattab Radhiayyalahu ‘Anhu, sebagai kepala Negara, “ Usai salat Isya masuk ke mihrab di rumahnya untuk beribadah malam .” Jenderal Sulthan Muhammad Al Fatih yang baru berusia 21 tahun, dengan izin Allah berhasil menaklukkan Konstatinopel dari rezim Persia dan kapal – kapal perangnya  secara ajaib bisa berlayar di atas gurun pasir. Diantara kiatnya mempimpin adalah Menghidupkan malam – malamnya dengan melaksanakan tahajjud.

Shalahuddin Al Ayyubi berhasil memenangi peperangan dan merebut masjid Al Aqsha dari tangan muysrikin, karena beliau setiap malam keluar untuk mengajak prajuritnya melakukan salat tahajjud.Shalahuddin tidak mengikutsertakan anggota prajuritnya yang tidak tahajjud. Alasannya “ Di khawatirkan menjadi hijab datangnya pertolongan Allah “

Umar bin Khattab Radhiayyalahu ‘Anhu berkata “ Jadikanlah malammu rindu kepada Tuhan, sepi dari pandangan, ambillah kesempatan pada malam itu, jadikanlah ia jalan dan persiapan untuk hari qiyamah, yang padanya sulit sekali mencari jalan.”.Ummu Sulaiman memberi nasehat kepada anaknya “ Hendaklah engkau tidak tidur malam ! Sebab orang yang tidur malam tidak punya kebaikan di hari penghisaban “

Nabi Isa Alaihissalam bersabda “ Dengan benar aku berkata kepada kalian, berbahagialah orang – orang yang menghabiskan malam harinya dalam beribadah. Merekalah yang mewarisi cahaya abadi karena terjaga dikegelapan malam di atas kaki –kaki mereka di tempat – tempat ibadah. Mereka merendahkan diri di hadapan Tuhan mereka seraya berharap agar Dia menyelamatkan mereka dari siksa hari akhir.”Wallahu’alam

Uti Konsen