Di Lanjak Bukan Pengolah, Tetapi Pencari Ikan

Di Lanjak Bukan Pengolah, Tetapi Pencari Ikan

  Kamis, 11 Agustus 2016 10:17
MESIN IKAN : Warga desa Sepandan saat berada di rumah kerupuk. Mesinnya tak bisa digunakan. MUSTA’AN/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

 
Keluhan warga desa Sepandan kecamatan Batang Lupa atas tak berfungsinya rumah kerupuk di desa itu direspon Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindakop) Kapuas Hulu. Menurutnya bantuan yang terpakai harusnya dikembalikan.

Mustaan, Kapuas Hulu

KABID Perindustrian Disperindakop, Harun Ismail, meminta masyarakat kelompok penerima bantuan menyurati Disperindakop dan mengembalikan mesin yang tak difungsikan tersebut pada pemerintah.

 “Mesin pengolah bahan baku kerupuk itu sebetulnya sangat layak dan cocok bagi kelompok nelayan. Hanya saja, di Lanjak itu tidak ada yang mengolah ikan, tetapi mereka rata-rata pencari ikan,” terang Harun ditemui harian ini, Rabu (10/8).

Dikatakan dia, saat mengajukan bantuan, masyarakat desa Sepandan memang ada membentuk kelompok dan kelompok itu menerima bantuan mesin kerupuk.

Dikatakan Harun, setelah menerima bantuan alat-alat pengadon bahan baku kerupuk ikan, mereka tidak bekerja secara bekelompok, melainkan secara pribadi. Sehingga, mesin tersebut tidak digunakan karena hasil tangkapannya memang tidak memadai. Tetapi jika mereka itu bekerja sistem kelompok tentu mesin dengan kafasitas tinggi tersebut bisa digunakan untuk kepentingan kelompok.

 “Kalau sendiri-sendiri jelas mesin itu mereka tidak bisa gunakan. Tapi kalau untuk olahan ikan dari kelompok nelayan bisa,” jelasnya. Jadi, kata dia, bukan mesin pengolah bahan dasar kerupuk ikan yang tidak bisa difungsikan, tapi kelompok yang dibentuk tidak berfungsi. Jika tidak difungsikan, mestinya masyarakat mengembalikan kepada Disperindakop dan melapor terlebihdahulu pada desa.

Jika sudah dikembalikan, maka, terang Harun lagi, masyarakat bisa mengusulkan bantuan lain, atau mesin serupa dengan kafasitas yang kecil. “Kalau yang sekarang ini kafasitasnya diatas 50 kg, dalam 10 menit pengadonan bahan baku kerupuk bisa selesai,” jelasnya. Jika sudah dikembalikan, mesin itu bisa diberikan kepada kelompok lain yang membutuhkan karena ada kelompok nelayan yang sukses.

Dijelaskan Harun, mesin pengolah atau pengadon bahan baku kerupuk ikan tersebut merupakan bantuan dari Kementerian PDT melalui Disperindakop.

“Alat-alatnya lengkap, dulunya (tahun 2012) ada 5. Dikecamatan Selombau dua set yakni di piasak dan desa  dan sek di lanjak kecamatan batang lupar. Dari lima set mesin tersebut yang berhasil dan berfungsi dengan baik hanya didesa piasak saja.

 “Kalau di Piasak itu mereka berhasil, bahkan mereka berebut mendapatkan bantuan mesin itu. Karenanya kami minta dikembalikan kalau tak difungsikan,” kata Harun. Selain di kecamatan batang Lupar, di desa Vega juga tak difungsikan sama sekali oleh kelompok penerima. Karena kasus di desa Vega seperti di desa Sepandan, tak ada kelompok pengolah ikan, tapi masyarakat pencari ikan. (*)

Berita Terkait