Di Barcelona atau Tidak Sama Sekali

Di Barcelona atau Tidak Sama Sekali

  Kamis, 12 May 2016 09:30
F1: Balapan di Russian Grand Prix (1/5). REUTERS/Maxim Shemetov

Berita Terkait

BARCELONA – Ada pameo lawas di Formula 1: jika mobilmu cepat di Barcelona, maka akan hebat di manapun. Dengan keyakinan itu pula, hampir semua tim kontestan membawa upgrade besar setiap kali balapan datang ke sirkuit Barcelona, Catalunya. Lalu muncul pertanyaan lanjutan: apakah Ferrari bisa mengejar Mercedes akhir pekan nanti? 

Di GP Tiongkok lalu (15/4), Team Principal Ferrari Maurizio Arrivabene mengklaim bahwa pace SF16-T tinggal berselisih 0,1 detik dibandingkan W07 milik Mercedes. Artinya, dengan strategi ban dan pitstop yang pas, harusnya Kuda Jingkrak bisa menumbangkan dominasi Mercedes secepatnya.

Harus diakui, Sebastian Vettel belum punya momen pas untuk membongkar potensi Ferrari habis-habisan di atas trek. Di Melbourne ada safety car, di Bahrain mengalami kerusakan mesin saat formation lap. Kemudian di Shanghai dan Rusia mobilnya “diganggu” mantan pembalap Red Bull Daniil Kvyat. Padahal justru di seri-seri awal itulah peluangnya untuk menang sangat besar mengingat sang juara bertahan Lewis Hamilton lebih sering bermasalah ketimbang sukses

''Kami sekarang sedang bersiap, seperti tim-tim yang lain juga melakukannya,'' terang Arrviabene dilansir Carcoops. ''Beberapa solusi untuk Barcelona sudah kami bawa. Kami melakukan seluruh pengembangan step-by-step, tapi aku rasa di Barcelona kami akhirnya akan menurunkan paket terbaik kami,'' tandasnya dilansir Sky Sports. 

Di Sochi, Ferrari melakukan pendekatan yang sangat agresif. Mengambil jatah tiga token untuk khusus untuk memperbaiki performa pembakaran. Langkah yang seharusnya baru mereka siapkan untuk Barcelona. Ini menunjukkan bahwa pabrikan Italia itu semakin tertekan dengan hasil buruk sepanjang awal musim.

Alih-alih mampu menutupi selisih 0,1 detik seperti yang diklaim Arrivabene. Di sesi kualifikasi selisih Vettel dengan Nico Rosberg sebagai pemegang pole adalah 0,5 detik. Lalu saat balapan, setelah disalip Hamilton di lap 14, Kimi Raikkonen tercecer 16 detik di belakang. 

Tapi mungkin itu bisa jadi bukan gambaran yang sebenarnya. Sebab, Mercedes juga menghabiskan dua token untuk memperbaiki sistem aliran bahan bakarnya. Jadi peningkatan performa Ferrari ikut tertutupi dengan kemajuan Mercedes. Tapi Arrivabene berkukuh dua hal itu tidak berkait. Dia yakin, di Barcelona lah semuanya bisa dibuktikan. 

''Pertama kita tidak boleh melakukan kesalahan lagi,'' ucapnya. ''Kedua, aku yakin sejak dari Barcelona kami bisa tampil jauh lebih baik. Karena konfigurasi trek di Barcelona dan karena token yang sudah kami gunakan, kami senang semua itu akan membantu kami di Spanyol lebih dari Rusia,'' sebutnya.  

Mercedes jelas tidak tinggal diam. Akhir pekan ini, Direktur Teknis Paddy Lowe memastikan bahwa kerusakan MGU-H yang dua kali dialami Lewis Hamilton bisa dihentikan. Dia menyebut timnya sudah menemukan solusi permanen. ''Tentu kita semua sudah menjajal trek ini di musim dingin lalu. Tapi kondisi Mei dan Maret pasti berbeda. Akan lebih hangat dan ban akan berlaku berbeda sekarang,'' katanya. (cak/na)

Berita Terkait