Di Balik Kisah Pemenang

Di Balik Kisah Pemenang

  Rabu, 25 Oktober 2017 10:00
MEMUKAU: Si Ular Putih SMA Santo Paulus yang memukau saat lomba Fashion Road.

Berita Terkait

Bikin Pontianak Bangge

EUFORIA kemeriahan perayaan ulang tahun Pontianak masih terasa sampai hari ini. Pastinya yang paling membekas untuk sobat Z adalah Festival Drumband dan Fashion Road yang diadakan pada Sabtu lalu (21/10). Perlombaan ini memang paling dinanti oleh para Zetizen. Mereka melakukan parade di jalan Gajah Mada dengan start dan finish di Graha Pena Pontianak Post. Sebanyak 16 SMA/SMK yang berlaga. SMA Kemala Bhayangkari Kubu Raya keluar sebagai pemenang untuk lomba drumband dan SMA Santo Paulus Pontianak meraih juara 1 lomba fashion road. Berikut cerita dari para pemenang. (ind)

Drumband SMA Kemala Bhayangkari Kubu Raya

Tanpa Pelatih dan Tempat Latihan Tetap

Berhasil menyabet Juara 1 drumband ternyata di luar ekspektasi mereka. That’s why begitu disebut sebagai pemenang, mereka spontan teriak bergembira bahkan ada yang sampai menagis haru. Diakui, tim drumband SMA Kemala Bhayangkari baru mulai latihan sejak satu minggu sebelum acara. Setiap latihan, mereka menghabiskan waktu selama tujuh jam. Mereka bahkan berlatih secara otodidak tanpa pelatih. Selain itu, mereka juga sulit mendapatkan tempat latihan.

Menurut Anjasmoro Hadiwibowo, timnya banyak mengalami drama saat mencari tempat latihan. Mayor tim drumband SMA Kemala Bhayangkari ini berujar saat tiga hari pertama latihan, timnya sempat dilarang berlatih di taman hingga sore. Mereka pun mencoba meminta izin menggunakan lapangan Brimob. Finally, mereka baru bisa menggunakan lapangannya setelah apel sore.

“Senang dan terharu pasti setelah ada banyak drama tapi kita dapat hasil yang memuaskan. Mulai dari nggak ada lapangan buat latihan sampe anggota drum band yang nggak pernah lengkap pas latihan. Bahkan sampe gladi resik masih nggak lengkap. Alat-alat drumband yang kita pake juga kurang dan rusak sehingga kita mesti betulin alat sampe H-1 acara baru rampung semuanya. Tapi bersyukur banget dengan hasil yang didapatkan,” ungkap Anjasmoro. (ind)

Fashion Road SMA Santo Paulus Pontianak

Kostum Ular dari Pipa dan Plastik Bekas 

SMA Santo Paulus sukses menghadirkan suasana hutan Kalimantan sesuai tema yang diberikan. Mereka menurunkan 20 peserta fashion road yang menggunakan kostum ular, kantong semar, daun, burung enggang, kupu-kupu, pohon, burung garuda serta ratu dan raja buah dengan warna yang eye-catching. Berbagai kostum tersebut dikerjakan oleh 30 orang. Mereka mulai mengerjakan kostum sejak tanggal 10 Oktober, tepatnya sebelas hari sebelum acara digelar.

Silvia Adriani selaku salah satu desainer kostum mengungkapkan ide yang didapat berasal dari internet. Mereka juga belajar dari kakak kelas yang udah berpengalaman membuat karya dari barang bekas seperti koran, triplek bekas, bambu, busa sofa bekas hingga kertas ujian bekas. Selebihnya mereka memakai aksesoris pelengkap untuk memperindah kostum yang telah dibuat. Kreatif ya!

Dari bahan-bahan tersebut, mereka menghasilkan karya yang outstanding, seperti kostum ular dan kantong semar. Kostum ular dibuat dari bahan pipa bekas, karton dan kantong plastik bekas, sedangkan kantong semar terdiri dari bahan bola bekas, kawat dan kertas karton. 

 “Yang paling susah itu saat bikin kostum yang ada sayapnya karena itu pengerjaannya mesti detail banget. Kendala selama pengerjaan adalah waktu karena membutuhkan waktu yang lama. Makanya kita nggak nyangka dengan waktu pengerjaan yang singkat bisa dapat hasil yang memuaskan. Ini semua berkat kerjasama yang solid dari tim,” pungkasnya.

 

Berita Terkait