Dewi Gagal Medali, Tim Badminton Optimistis

Dewi Gagal Medali, Tim Badminton Optimistis

  Rabu, 10 Agustus 2016 11:17
Dewi Safitri

DEWI Safitri gagal mengikuti langkah Sri Wahyuni Agustiani untuk mendapatkan medali pada Olimpiade Rio 2016. Turun di kelas 53 kilogram, Dewi hanya berada di peringkat ketujuh dengan total angkatan 185 kilogram.

 
Sebelum perlombaan, Dewi memang diprediksi sulit mendapatkan medali. Persaingannya terlalu berat. Jadi, target lifter kelahiran 10 Februari 1993 tersebut hanya mempertajam catatan pribadinya.

Sayang, dia gagal mengangkat beban 80 kilogram pada dua kesempatan awal snatch. Jadi, dia tidak bisa improve untuk menambah beban pada kans ketiga. Meski akhirnya bisa mengangkat 80 kg, posisi Dewi sudah tertinggal dari lawan-lawannya. Sementara itu, pada angkatan clean and jerk, Dewi hanya meraih angka terbaik 105 kg.

’’Saya merasa tidak tenang saja. Apalagi, dua angkatan awal gagal. Kalau lifter tidak bisa mengangkat dua kali itu, feeling-nya itu sudah tidak enak. Apalagi, kita juga tidak bisa menaikkan jumlah angkatan pada kesempatan ketiga,’’ kata Dewi.

Pelatih kepala angkat besi nasional Dirja Wihardja mengatakan, Dewi sebetulnya punya prospek besar. Namun, dia harus bekerja lebih keras. Apalagi, dia baru setahun terakhir berlatih intensif bersama tim nasional. ’’Namun, Yuni (Sri Wahyuni) dan Dewi adalah skuad putri terbaik yang kami punya,’’ ujar Dirja.

Sementara itu, tim bulu tangkis Indonesia sudah mendarat di Rio de Janeiro kemarin. Setelah menjalani masa karantina dan training camp selama 10 hari di Sao Paulo, Hendra Setiawan dkk memasuki kampung atlet.

Di Sao Paulo, pebulu tangkis Indonesia menjalani latihan yang tidak terlalu berbeda dengan yang mereka alami di pelatnas. Selain itu, pelatih memberikan pemahaman taktik dengan menonton rekaman video pertandingan sendiri dan calon-calon lawan yang mereka hadapi.

Manajer Angkat Besi Nasional Alamsyah Wijaya sempat bertemu dengan para pebulu tangkis Indonesia di perkampungan atlet. Dia mengaku skuad nasional sangat segar. Wajahnya fresh dan cerah. ’’Mereka terlihat sangat optimistis,’’ tutur Alamsyah.

Manajer Bulu Tangkis Indonesia Rexy Mainaky mengatakan bahwa latihan berjalan sangat baik dan lancar. Pemain juga sangat kompak dan siap tempur untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa Indonesia.

’’Kami sudah bisa menyesuaikan diri dengan kondisi di Brasil karena kami lama berada di Sao Paulo. Fokus kami sekarang adalah untuk recovery fisik dulu supaya lebih siap,’’ ucap Rexy.

Tim Indonesia mulai bertanding di penyisihan grup pada 11 Agustus pagi waktu Rio atau 11 Agustus malam WIB. Yang berlaga adalah ganda putra M. Ahsan/Hendra Setiawan, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari (ganda putri), serta dua ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir plus Praveen Jordan/Debby Susanto. (nur/c19/tom)