Dewan Ngambek, Paripurna Batal Digelar, Midji Balek Kanan

Dewan Ngambek, Paripurna Batal Digelar, Midji Balek Kanan

  Senin, 23 Oktober 2017 21:38
FOTO; ilustrasi

Berita Terkait

PONTIANAK-Sidang Paripurna mendengar pidato Wali Kota Pontianak tentang Nota Keuangan dan Rancangan Perda Kota Pontianak tentang APBD 2018 yang seharusnya dilakukan Senin siang batal. Banyak dewan tak hadir mengakibatkan kuorum.

Pantauan Pontianak Post, jam satu siang kantor DPRD Pontianak tempat pelaksanaan paripurna dilakukan sudah ramai dihadiri pejabat eksekutif. Berbalut pakaian khas baju telok belanga dan baju kurung satu persatu mereka masuk dalam ruang sidang Paripurna.

Wali Kota Pontianak dan Wakil Wali Kota Pontianak juga sudah hadir. Sambil menunggu paripurna dimulai, mereka berada di ruang Ketua DPRD Pontianak. Di legislatif sendiri, empat unsur pimpinan DPRD,  yang diketuai Satarudin, juga lengkap dihadiri wakil ketuanya Heri Mustamin, Syarif Alwi Almutahar dan Firdaus Zarin juga berada disana. 

Namun hingga pukul 2 siang, sidang paripurna yang semula direncanakan dilakukan pukul 1 siang tak juga digelar. Tak seperti biasa, paripurna hari itu banyak tak dihadiri dewan. 

Wali Kota Pontianak, Sutarmidji mengatakan, sidang Paripurna hari ini batal karena dewan banyak tak hadir sehingga tidak kuorum. Tak hadirnya dewan di Paripurna ini mungkin karena ajuan uang transportasi dewan tak disetujui olehnya.

"Dewan itu merajuk karena uang transportasinya tak saya setujui. Saya tak setuju karena ajuannya terbilang besar hingga belasan juta perbulan. Jika dikalikan selama mereka menjabat lebih mahal dari mobil pimpinan DPRD," kesalnya. 

Ia menambahkan kalau seluruh unsur pimpinan DPRD hadir semuanya saat akan dilangsungkan paripurna, namun anggota DPRD hanya sekitar 10 orang dari jumlah total 45 anggota.

Di tempat sama, Ketua DPRD Pontianak, Satarudin menilai kejadian pembatalan Paripurna biasa dalam dinamika legislatif dan eksekutif. Dalam hal ini, ia belum menyebut pasti alasan hingga Paripurna itu dibatalkan.

Nanti ada pembahasan lanjutan. Dirinya akan berkomitmen menyelesaikan dinamika ini hingga tuntas. "Semua berjalan memang kadang ada beberapa hal yang belum nyambung antara kami dengan pemkot," katanya.

Mungkin 1 atau 2 hari ke depan persoalan ini menemui titik temu. "Kami akan selesaikan dulu persoalan ini. Barulah paripurna bisa dilakukan," tutupnya.(iza)

Berita Terkait