Dewan Kalbar Dorong Pemerintah Serius Soal Ekspor

Dewan Kalbar Dorong Pemerintah Serius Soal Ekspor

  Jumat, 20 Oktober 2017 10:00
MERONTOKAN PADI: Petani di Kubu Raya sedang melakukan proses perontokkan padi usai melakukan panen. Banyaknya warga yang bercocok tanam padi diharapkan mampu menyupali beras untuk sektor lokal. HARYADI/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

PONTIANAK - Komisi II DPRD Kalbar mendukung wacana ekspor beras lokal Kalbar-Indonesia ke negara tetangga, Malaysia. Rencana dimaksud tengah dikonsepkan pemerintah provinsi bersama petani se-Kalbar

“Pada prinsipnya kegiatan ekspor, harus didukung. Sebab potensi produksi beras lokal Kalbar sudah swasembada. Banyak daerah seperti Sambas, Kubu Raya, Bengkayang, dan daerah lainnya sebagai sentra penghasil beras daerah. Makanya kelebihan tersebut harusnya bisa bermanfaat bagi petani,” kata Ketua Komisi II DPRD Kalbar Michael Yan. 

Meski mendukung, ia juga meminta pemerintah cukup serius membangun kesepakatan ekspor hingga bisa berlanjut ke depan. Jangan sampai wacana ekspor beras bersifat sesaat saja. “Harusnya benar-benar berkelanjutan, dipertahankan, dan dimatanghkan wacana tersebut.  Sehingga berdampak terhadap petani di Kalbar,” ujarnya.

Menurut Michael,  dari data dan keterangan dinas, Kalbar sedang mengalami surplus produksi beras. Maka dari itu, wacana ekspor beras lokal Kalbar harus berlanjut. Kalbar sendiri punya modal besar. Sebab dukungan pemerintah pusat lewat program cetak sawah seluas 26 ribu hektare sudah digalakkan di Kalbar.

“Sepanjang tahun masih berkelanjutan. Eksistensi sudah ada, tinggal  meningkatkan kualitas produktivitas beras lokal termasuk pengairan, bibit, dan pupuk yang baik,” ucap dia.

Komisi II akan mendorong melalui perbantuan dana APBD Kalbar untuk membentuk daerah-daerah penghasil sentra beras. Tujuannya dengan surplus beras lokal, maka Kalbar bisa ekspor ke luar negeri. Dukungan lainnya yakni mempercepat Raperda usulan dewan. 

”Itu berupa raperda inisiatif Pengelolaan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Aturan ini sengaja dibuat guna menjaga lahan pertanian yang ada tak dialihfungsikan,” ungkapnya.

Politisi Nasdem Kalbar ini menambahkan bahwa jalinan kerjasama ekspor beras hendaknya melihat kondisi lokal Kalbar juga. Jangan sampai beras diekspor berkualitas baik, tetapi masyarakat Kalbar makan beras di bawah standar.

“Kami berharap, kualitas beras ekspor menjadi kualitas keseluruhan di Kalbar. Tak boleh beras jelek beredar, justru yang ekspor cukup baik,” kata dia.

Di sisi lain wacana jagung Kalbar diekspor, Komisi II juga menyambut baik. Hanya kendalanya sekarang, produksi jagung Kalbar belum mampu menopangnya. Makanya, ini kesempatan pemerintah untuk mengenjot lahan jagung skala besar dan menjadikan petani betah bertanam jagung.(den)

Berita Terkait