Developer Diduga Sengaja Bakar Lahan

Developer Diduga Sengaja Bakar Lahan

  Selasa, 30 Agustus 2016 09:30
KEBAKARAN LAHAN: Pemadam kebakaran menyemprotkan air di lahan sisa kebakaran di satu komplek perumahan di Sungai Raya Dalam, Kubu Raya, kemarin. ARIEF NUGROHO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK - Intensitas kebakaran hutan dan lahan kembali meningkat. Terbukti, Senin (29/8) kebakaran lahan terjadi setidaknya di empat lokasi. Di Pontianak misalnya, kebakaran lahan terjadi di Jalan Budi Utomo Komplek Anggrek Residence, RT 004/ 034 Kelurahan Siantan Hilir, Kecamatan Pontianak Utara, dengan luas area kurang lebih 400 x 80 meter persegi.

Lahan yang terbakar tersebut merupakan lahan milik pengembang Komplek Perumahan Anggrek Residence. Lahan sengaja dibakar untuk pengembangan lokasi perumahan.

Hal itu dibuktikan dengan ditemukannya patok-patok papan mal untuk ukuran type rumah 36 yang sudah terpasang pada areal tersebut. Saat ini barang bukti beberapa patok papan mal sudah diamankan Polsek Pontianak Utara.

Sementara di Kabupaten Kubu Raya, setidaknya ada tiga titik, tepatnya di daerah Sungai Raya Dalam, Kabupaten Kubu Raya dengan luasan lebih dari belasan hektar. 

"Untuk di Kabupaten Kubu Raya sendiri setidaknya ada tiga titik. Seluruhnya ada di Sungai Raya Dalam," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kubu Raya Mokhtar, kemarin.

Menurut Mokhtar, kebakaran lahan yang terjadi tersebut salah satu titik berada berdekatan di perumahan penduduk. Beruntung tim pemadam kebakaran yang datang ke lokasi maupun pemadam api, sehingga tidak sampai merembet dan menghanguskan perumahan warga.

"Ini salah satu yang menjadi prioritas kami. Selain mengamankan kawasan bandara. Karena kebakaran lahan saat ini sudah mulai merembet ke pemukiman warga. Sehingga kami harus memperioritaskan, agar api tidak merembet ke permukiman," bebernya. 

Menurut Mokhtar, sejak Januari-Agustus 2016, kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kabupaten Kubu Raya hingga saat ini  mencapai 100 hektar. Dimana kebakaran hutan dan lahan diyakini karena disengaja. 

"Untuk di Kabupaten Kubu Raya, saya yakin, 99 persen lahan yang terbakar di Kubu Raya disebabkan oleh ulah manusia, alias sengaja dibakar," terangnya.

Maraknya kebakaran hutan dan lahan, ia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan, karena dampaknya sangat menganggu aktivitas masyarakat yang lain. 

"Kami berharap, warga masyarakat jangan ada lagi yang membakar lahannya. Jangan sampai kejadian tahun 2015 terulang lagi, aktivitas belajar mengajar harus diliburkan, beberapa penerbangan terpaksa harus ditunda menginggat kondisi jarak pandang semakin buruk," imbaunya. 

Sementara itu Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol Musyafak mengatakan, sejauh ini setidaknya ada 147 orang yang diperiksa. Enam orang lainnya telah ditetapkan sebagai tersangka. "Hingga saat ini kami telah memeriksa 147 orang, enam orang ditetapkan tersangka," katanya.

Sejauh ini, lanjut Musyafak, pihaknya belum menemukan indikasi kebakaran lahan yang dilakukan oleh perusahaan atau korporasi. 

"Sejauh ini masih perorangan. Belum ada kami temukan pihak perusahaan," pungkasnya. (arf)

Berita Terkait