Desak Polres Ungkap Kasus Palu Arit

Desak Polres Ungkap Kasus Palu Arit

  Senin, 15 Agustus 2016 09:20
PERNYATAAN SIKAP: Baliho ukuran besar di pasang di sejumlah sudut kota dan perempatan lampu merah yang berisikan sikap Forum Kebangsaan terkait kasus kalender palu arit. Hari kurniathama/pontianak post

Berita Terkait

SINGKAWANG—Forum kebangsaan Kota Singkawang mendesak Polres Singkawang menuntaskan kasus kalender palu arit, karena hingga kini belum ada kejelasan dari kepolisian terkait kasus penyebaran paham terlarang dengan cara baru ini alias Komunis Gaya Baru (KGB).

 
“Kita minta kepolisian ungkap dalang beredarnya kalender palu arit ini,” ungkap Ketua Kebangsaan Kota Singkawang, Hermanus kepada sejumlah media di posko Forum Kebangsaan Kota Singkawang, Sabtu (13/8).

Oleh sebab itu Forum Kebangsaan Kota Singkawang juga meminta jawaban tertulis polres Singkawang sejauh mana pengembangan penyelidikan kasus kalender Palu Arit. “Apakah tetap dilanjutkan atau dinyatakan selesai,” tegasnya.

Tak sebatas mempertanyakan soal kejelasan kasus kalender palu arit ini, Forum Kebangsaan Kota Singkawang juga sudah melakukan pengiriman surat resmi ke Markas Besar (Mabes) Polri, TNI dan Kejagung di Jakarta. “Selain itu surat pemberitahuan yang berisikan sikap Forum Perhimpunan Kebangsaan Kota Singkawang juga disampaikan resmi tertulis ke seluruh pengurus partai di tingkat pusat Jakarta,” katanya.

Bahkan Forum Perhimpunan Kebangsaan Kota Singkawang juga sudah secara terbuka menuliskan sikap mereka di baliho besar yang kini dipajangh disejumlah perempatan jalan di Kota Singkawang. “Ini merupakan pernyataan sikap kami, supaya masyarakat tahu ada persoalan serius yang mengancam ideologi Pancasila,” katanya.

Sebelum Forum Perhimpunan Kebangsaan Kota Singkawang yang di dalamnya tergabung tokoh-tokoh masyarakat, organisasi pemuda, organisasi kemasyarakatan dan elemen yang peduli terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan rasa aman di Kota Singkawang yang bebas dari pengaruh komunisme. Dengan ini menyatakan sikap atas beredarnya kalender aksara China yang di dalamnya terdapat gambar palu arit pada 1 Juli 2016, dimana kalender tersebut sudah dilakukan penyitaan oleh aparat kepolisian Kota Singkawang tanggal 30 Juni 2016, dimana ditemukan ratusan kalender serupa yang nyata-nyata diakui disebarkan oleh salah satu organisasi Permasis dan salah satu kader politik yang duduk di DPRD kota Singkawang dan ironisnya Badan Kehormatan DPRD kota Singkawang seolah-olah tidak peduli serta tutup mata dan telinga terhadap permasalahan tersebut.

Berangkat dari kejadian penyitaan kalender tersebut wujud kepedulian masyarakat terhadap NKRI, Forum Perhimpunan Kebangsaan Kota Singkawang menyatakan sikap menolak keberadaan kalender di dalamnya terdapat lambang komunis beredar di masyarakat Singkawang karena sangat bertentangan dengan ideologi Pancasila dan UUD 1945. Kedua, mendukung kinerja Polres kota Singkawang yang menyelidiki dan menyidik kasus tersebut terkait cara masuk, beredar, dan siapa saja yang terlibat dalam pengedaran kalender dimaksud. Forum Perhimpunan Kebangsaan Kota Singkawang juga meminta jawaban tertulis polres Singkawang yang sejauh mana pengembangan penyelidikan kasus kalender Palu Arit, apakah tetap dilanjutkan atau dinyatakan selesai.

Ketiga, terhadap Badan Kehormatan DPRD Kota Singkawang mengingat salah satu yang ikut mengedarkan kalender yang di dalamnya terdapat lambang komunias tersebut adalah anggota DPRD Kota Singkawang, maka Forum Perhimpunan Kebangsaan Kota Singkawang meminta agar hal tersebut segera disikapi Badan Kehormatan DPRD Kota Singkawang.

Keempat meminta kepada aparat keamanan agar menindak tegas tanpa pandang bulu terhadap oknum-oknum yang merusak tatanan kehidupan masyarakat berbangsa, bernegara. Kelima, pihaknya juga meminta kepada polres kota Singkawan untuk menyampaikan kepada publik secara luas dan transparan atas pengembangan penyelidikan kasus kalender palu arit di kota Singkawang.

Keenam terkait dengan Pilkada Kota Singkawang yang akan berlangsung tak akan lama lagi, kami mengimbau kepada seluruh DPP partai politik di Indonesia untuk hati-hati dalam menempatkan kadernya sebagai calon kepala daerah di kota Singkawang sehingga kader yang akan dimunculkan adalah mareka yang berjiwa negarawan dan benar-benar mencintai NKRI dan tidak tersusupi paham-paham komunis.

Ketujuh, agar kasus beredarnya kalender palu arit tidak terulang di tahun-tahun mendatang, kami meminta aparat keamanan untuk tetap mewaspadai beredarnya kembali kalender serupa dalam bentuk-bentuk lain sehingga memunculkan komunis gaya baru (KGB) di NKRI.(har)

Berita Terkait