Desak Pemkot; Maksimalkan Lahan Parkir

Desak Pemkot; Maksimalkan Lahan Parkir

  Kamis, 25 Agustus 2016 09:30
PARKIR: Sejumlah kendaraan roda empat parkir memakan badan jalan dipusat Kota Singkawang.

SINGKAWANG—Sejumlah tokoh masyarakat mendesak pemerintah daerah agar mengoptimalkan lahan parkir dan petugas parkir yang berada di Kota Singkawang, Kalimantan Barat.

 

Ini dikarenakan banyak lahan parkir tidak tertata baik di wilayah pusat perbelanjaan. Sehingga tingkat keamanan pengguna kendaraan merasa terganggu dengan maraknya parkir ilegal.

 

“Kita tidak tahu mana lahan parkir yang sudah dikelola oleh pemerintah daerah. Karena tidak ada bukti tiket parkir yang digunakan petugas dilapangan,” ucap Tokoh Masyarakat Kota Singkawang Rudi Harjana, Rabu (24/8) kepada media ini.

 

Dia mengatakan pengelolaan lahan parkir harus ada yang bertanggungjawab dilapangan. Supaya tidak terjadinya pungutan liar (Pungli) dan pemilik kendaraan sepedamotor maupun kendaraan roda empat merasa aman saat parkir di pusat perbelanjaan Kota Singkawang.

 

Ia menuturkan memberikan rasa aman kepada pengunjung merupakan tugas bersama antara pihak kepolisian dan pemerintah terkait. Sehingga tidak ada lagi kendaraan yang hilang maupun rusak saat melakukan parkir di pusat perbelanjaan Kota Singkawang.

 

“Kita minta agar pemerintah terkait menertibkan pengelolaan parkir. Serta pajak parkir yang dikeluarkan oleh pengendaraan dapat dimanfaatkan untuk pendapatan asli daerah Kota Singkawang,” tutup Rudi Harjana mantan penerjun bebas/freefall penyelam scuba.

 

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Singkawang Sumastro mengakui bahwa lahan parkir yang berada di pusat perbelanjaan sulit untuk dikendalikan dan ditertibkan. Dikarenakan perlu menata sistem parkir di masa lalu dengan sistem parkir yang sekarang sudah lama menjadi kebiasaan bagi masyarakat Kota Singkawang.

 

“Kita berharap kendaraan parkir jangan ada yang hilang. Jika ada yang hilang pemerintah sulit untuk bertanggungjawab karena tidak ada anggaranya. Sedangkan keluhan pemilik kendaraan yang hilang akan dilimpahkan kepada badan perlindungan konsumen,” terangnya.

 

Dia menambahkan terkait pajak pengelolaan lahan parkir diakuinya selama ini belum maksimal. Dikarenakan belum mencapai target yang diharapkan oleh pemerintah daerah. Sehingga pihaknya harus menghimpun target pajak parkir bersama petugas parkir dilapangan Rp 350 juta pertahun di Kota Singkawang.

 

Ia mengungkapkan dengan adanya target pajak pengelolaan parkir diharapkan tahun ini bisa terpenuhi. Dikarenakan pihaknya sudah melakukan survei lapangan dibeberapa tokoh yang banyak pengunjungnya. Sehingga petugas parkir yang dipercaya harus membayar lahan parkir dengan hitungan perbulan kepada petugas di Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Singkawang.

 

“Kita hitung lahan parkir yang banyak dikunjungi oleh masyarakat. Seperti rumah sakit. Lapak itu kita nilai dan kita minta kepada petugas parkir untuk membayarnya perbualanya. Semua itu sudah ada nilainya, berapa biaya perbulan yang harus dibayar terkait pajak parkir kepada pemerintah daerah,” imbuh Kadishubkominfo Kota Singkawang. (irn)