Desa Sasaran Patroli Terpadu

Desa Sasaran Patroli Terpadu

  Kamis, 11 February 2016 09:12
TINJAU: Wagub Kalbar saat melepas tim patroli terpadu pencegahan kebakaran hutan dan lahan, kemarin. HUMAS PEMPROV FOR PONTIANAKPOST

Berita Terkait

KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan melepas tim patroli terpadu pencegahan kebakaran hutan dan lahan, Rabu (10/2). Sebanyak 50 desa rawan kebakaran di Kalbar menjadi sasaran awal fase pertama patroli tersebut.

“Pada fase pertama dari Februari hingga Maret 2016 kegiatan patroli ini dilaksanakan di dua provinsi rawan kebakaran hutan dan lahan, yakni Kalbar dan Riau,” ujar Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Direktorat Jenderal Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Raffles B. Panjaitan seusai Launching Patroli Terpadu Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan di haIaman Kantor Gubernur Kalbar, Rabu (10/2).

Pemilihan dua provinsi tersebut dengan mempertimbangkan riwayat jumlah hotspot selama enam tahun terakhir. Jumlah titik api di Riau dan Kalbar menunjukkan kenaikan. Di Riau, patroli dilaksanakan pada 60 desa yang rawan terhadap kebakaran hutan dan lahan.Menurut Rafless, pelaksanaan patroli terpadu pencegahan kebakaran hutan dan lahan sebagai optimalisasi upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan pada 2016. Hal tersebut menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo di Istana Negara pada 18 Januari lalu.

“Patroli terpadu ini merupakan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan dengan mengedepankan prinsip deteksi dini dan kemutakhiran data,” kata Rafless.Petugas patroli langsung turun ke tingkat tapak, serta mengedepankan sinergitas antarlembaga dan masyarakat tingkat desa. Rafless menuturkan tim pelaksana patroli terpadu beranggotakan enam orang dari unsur TNI, Polri, Manggala Agni, aparat desa atau tokok masyarakat setempat, serta unsur lembaga swadaya masyarakat dan wartawan. Setiap tim dilengkapi tiga sepeda motor, peralatan pemadaman dini, serta perlengkapan sosialisasi.

“Tim akan melakukan patroli dalam satu desa selama lima hari dan setiap lima hari akan dilakukan pergantian tim,” katanya.Rafless mengungkapkan pada fase kedua dari Juli hingga November dilaksanakan pada 900 desa rawan kebakaran hutan dan lahan di enam provinsi. Keenamnya yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur.“Lokasi sasaran patroli terpadu berbasis desa dengan melibatkan masyarakat setempat. Posko tingkat desa sebagai simpul komunikasi tingkat lapangan juga diaktifkan. Di Kalbar totalnya ada 196 desa yang masuk dalam program ini,” ungkapnya.

Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Christiandy Sanjaya berharap tim patroli terpadu bisa berkoordinasi dengan baik bersama pemangku kepentingan yang ada.“Tim ini sudah terlatih. Kalbar memiliki 1.977 desa. Tetapi tak semuanya rawan kebakaran hutan dan lahan,” kata Christiandy.Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalbar, TTA Nyarong mengatakan tim patroli terpadu beranggotakan sekitar 500 orang. Mereka diturunkan ke kabupaten yang rawan bencana kebakaran hutan dan lahan.“Tim ini akan bekerjasama dengan masyarakat setempat,” ungkap Nyarong, kemarin. (uni)

 

Berita Terkait