Dengan Sepeda Motornya Kampanyekan Hak-hak Sesamanya

Dengan Sepeda Motornya Kampanyekan Hak-hak Sesamanya

  Minggu, 23 Oktober 2016 09:54
KELILING INDONESIA: Pak Bibit (baju putih) saat berkunjung ke Gedung Graha Pena Pontianak Post, Sabtu (22/10). Lelaki paruh baya tersebut berkeliling Indonesia dengan menggunakan sepeda motornya untuk memperjuangkan hak-hak penyandang cacat. MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Bibit Wahyudianto; Penyandang Disabilitas yang Berkeliling Indonesia

Mengenakan baju putih dan mengendarai sepeda motor, Bibit Wahyudianto mengunjungi kantor Pontianak Post. Pria beranak dua ini tengah mengemban misi keliling Indonesia, untuk mengampanyekan hak-hak penyandang disabilitas agar tidak malu dan minder. 

Marsita Riandini, PONTIANAK

KEDATANGAN Bibit mengundang perhatian banyak orang. Saat itu bertepatan dengan acara Fashion Road yang diselenggarakan di area Jalan Gajah Mada, Sabtu (22/10). Lelaki 53 tahun tersebut merupakan salah seorang penyandang disabilitas. Diceritakan dia saat belum genap berusia satu tahun, ia terjatuh dari tempat tidur, sehingga kondisi kakinya bermasalah. Kedatangannya ke Pontianak Post dibantu oleh dua orang dari komunitas motor di Kalbar. 

“Saya terkena polio sejak usia belum 1 tahun. Saat itu terjatuh,” katanya yang saat berjalan menggunakan bantuan tongkat. 

Tak hanya kondisi fisiknya yang menuai perhatian  banyak orang, sepeda motor yang dikendarai pria asal Blitar ini pun tak luput menjadi daya tarik banyak orang. Motor roda tiga berwarna hitam itu masuk ke halaman parkir kantor Pontianak Post. 

Masyarakat yang menyaksikan acara Fashion Road pun asyik melihat gambat-gambar dan tulisan-tulisan di bagian belakang motor yang dibuat seperti boks persegi empat. “Motor ini dulunya tidak ada atap, lalu dimodivikasi,” ulasnya. 

Sudah berbagai provinsi ia lewati, baik dari Pulau Jawa, Sumatera, dan berbagai wilayah lainnya. Ia juga berencana akan mengelilingi Kalimantan. “Awalnya dari Semarang ke Ketapang, lalu ke Pontianak. Rencananya mau keliling ke Kalimantan Barat dulu, baru ke Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur,” ungkapnya. 

Di Pontianak, Bibit sudah dua hari menginap di Masjid Raya Mujahidin. Ia mengaku, di setiap tempat selalu bertemu banyak teman. “Setiap tempat memiliki kesan tersendiri bagi saya. Ada banyak teman yang saya temui dan membantu saya,” ungkap dia yang tak jarang tidur di dalam motor miliknya. 

Sejak 2015 menjalankan perjalanan ke berbagai daerah di Indonesia, Bibit menghadapi berbagai tantangan. Mulai dari jauh dari keluarga, cuaca panas dan hujan, hingga jarak tempuh yang cukup jauh mampu di hadapinya. “Untuk perawatan motor, sering dibantu oleh teman-teman (orang-orang yang sedia membantu, Red)  yang saya temui di berbagai tempat,” ujarnya. (*)

Berita Terkait