Dengan LPSE, Lobi Proyek Terbatasi

Dengan LPSE, Lobi Proyek Terbatasi

  Senin, 11 April 2016 09:18
Alfiansyah

Berita Terkait

PUTUSSIBAU – Sejak tahun 2015 lalu, Pemerintah Daerah Kapuas Hulu telah menerapkan sistem lelang paket proyek melalui Layanan Pengadaan Secara Elektornik (LPSE). Pelelangan melalui sistem LPSE ini dinilai efektif oleh Bagian Perencanaan Pembangunan (P2) Sekertariat Daerah (Setda) Kabupaten Kapuas Hulu, sebab LPSE ini dapat membatasi upaya lobi-lobi proyek oleh masing-masing kontraktor.

Kepala Bagian P2 Setda Kabupaten Kapuas Hulu, Alfiansyah, menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan LPSE adalah sistem lelang online, yang memberikan tranparansi dan kesempatan yang sama pada setiap kontraktor. Dengan adanya sistem ini menghindari kontak Kelompok Kerja Unit Layanan Pengadaan (Pokja ULP) dengan kontraktor secara langsung, terutama para kontraktor yang ingin melobi proyek.

“Melalui LPSE semua terbuka secara online, siapa pun kontraktornya bisa menawar dari seluruh Indonesia. Ini juga membatasi lobi-lobi proyek,” ungkapnya, Minggu (10/4) di Putussibau. Pria yang kesehariannya disapa Alfian ini, menjelaskan bahwa Pokja ULP tersebut melekat pada Bagian P2 Setda Kapuas Hulu. Pokja tersebut, dijelaskan dia, bertugas mulai dari penayangan lelang paket proyek sampai menentukan siapa pemenang.

Alfian menjelaskan, pokja ULP bersifat ethok (sementara), di mana personelnya adalah pegawai dari setiap SKPD di Kapuas Hulu. “Di ULP ada beberapa Pokja, mereka inilah yang menetukan siapa pemenang tender. Mereka perlu jaga intergritas,” jelasnya.

Pentingnya peran Pokja ULP tersebut, diakui dia, dibatasi dengan sistem LPSE ini. Di Kapuas Hulu, menurut dia, ada beberapa kendala, terutama terkait jaringan internet yang sering macet. “Pihak ketiga di Kapuas Hulu susah ikut lelang. Belum lagi kerusakan dan keterbatasan perangkat komputer,” kata Alfian.

Untuk mengatasi berbagai macam persoalan tersebut, ULP Kapuas Hulu, menurut dia, telah menyediakan biding room. Pihak ketiga, dipastikan dia, bisa langsung ke sana untuk mengikuti prosedur lelang yang tengah berlangsung. “Kami ingin tahun ini lebih mudah dan lebih baik pelaksanaan lelang, dari pada tahun sebelumnya," papar Alfian.

Dia mengatakan, semua paket proyek tidak sama nominal pelelangannya. Selain itu, dia menambahkan, ada penentuan waktu pengerjaan secara teknis dan tahapan pengerjaan. “Proyek yang dilelang besarannya di atas Rp 200 juta,” jelasnya.

Sejauh ini, diprediksi dia, sudah ada proyek yang mulai lelang, paling tidak belasan paket proyek. Kemudian paket perencanaan dan pengawasan, menurut dia, juga ada yang sudah mulai dilelangkan.(aan)

Berita Terkait