Dengan Kasur dan Kipas Angin, Dibanderol Rp300 Ribu

Dengan Kasur dan Kipas Angin, Dibanderol Rp300 Ribu

  Sabtu, 8 Oktober 2016 11:01

Berita Terkait

KESIBUKAN masih terlihat di Kabupaten Kayong Utara, khususnya untuk di Sukadana. Sukadana secara tidak langsung menjadi tuan rumah untuk lokasi perhelatan puncak acara Sail Selat Karimata, 15 Oktober mendatang, karena memiliki Pantai Pulau Datok sebagai lokasi acara. Sarana dan prasarana di kecamatan tersebut pun sampai saat ini terus ditata. Mulai dari pasar, jembatan, bahkan hampir di seputaran ibukota Kabupaten Kayong Utara tersebut, telah terpasang umbul-umbul dari salah satu bentuk partisipasi masyarakat menyambut even berkelas internasional di Negeri Bertuah.

Selain itu, bagi masyarakat yang memang berminat untuk menjadikan rumah milik mereka digunakan para tamu yang hadir pada Sail Selat Karimata nanti, tidak segan-segan menyewakan kamar-kamar mereka. Bahkan tidak hanya kamar, melainkan satu rumah mereka, untuk memenuhi kebutuhan penginapan tersebut. Karena, saat ini, baik penginapan yang ada di Kabupaten Ketapang maupun Kayong Utara sudah penuh terpesan oleh para pengunjung maupun tamu yang akan hadir di acara akbar tersebut.

Mengenai hal ini, diakui oleh salah satu pemilik rumah, yang berada di Desa Sutera, Kecamatan Sukadana, Heri Iskandar (48). Dirinya menyulap rumahnya mejadi homestay yang saat ini telah dipesan oleh para tamu undangan. Dengan hanya menyediakan fasilitas kamar tidur dan kipas angin, dia pun membanderol dengan harga kisaran Rp300 ribu perhari. “Saya menyediakan faslitas kamar, kasur, dan kipas angin saja. Untuk satu malam Rp300 ribu. Dan untuk harga sendiri telah ditentukan. Kalau untuk AC bisa kisaran 400 sapai 500 ribu (rupiah). Kita hanya mampu menyediakan sebatas kibas angin saja. Alhamdulillah sudah ada yang pesan,” terangnya.

Untuk rumahnya sendiri, dirinya menjelaskan terdapat enam kamar, di mana semua kamar telah terpesan sejak jauh-jauh hari. “Sebelum ditempati, kita bagusin dululah semampunya. Mana yang mampu saja kita bagusin. Mulai dari kamar tidurnya, hingga kamar mandi. Karena kita ingin memberikan yang terbaik bagi tamu yang hadir pada Puncak acara Sail Selat Karimata di Pantai Pulau Datok nanti,” akunya.

Mengenai hal ini, dirinya pun berharap, dengan adanya Sail Selat Karimata, mampu mendongkarak perekonomian masyarakat. Khususnya bagi masyarakat di Kabupaten Kayong Utara ini. “Kalau bisa pantai yang akan dijadikan kegiatan puncak Sail ke dapannya untuk keindahannya, dan bagunan yang ada dapat dapat dijaga dan ditingkatkan, agar para pengunjung dapat terus hadir setelah sail nanti,” sarannya.

Terpisah mengenai hal ini, sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kayong Utara, Hilaria Yusnani, memastikan, untuk jumlah homestay masih cukup banyak tersedia. Karena target mereka dari 400 kamar, saat ini sudah terpesan hampir 300 kamar. Dia berharap agar ini dapat menjawab kebutuhan untuk tamu yang akan hadir pada Sail Selat Karimata 2016. 

“Jadi dengan dapat melibatkan masyarakat dapat berperan membantu dalam memenuhi kebutuhan penginapan pada saat Sail akan berdampak sosial kepada masyarakat. Karena ke depannya, dengan harapan Kayong Utara untuk pembangunannya lebih berporos kepada pembangunan pariwisatanya. Secara tidak langsung, maka masyarakat dapat belajar, bagaimana cara dalam menyambut tamu, bagaimana tekhnik pemasaran. Dan bagimana memberikan yang terbaik kepada tamu tersebut, agar tidak ada rasa saling mengecewakan,” terang Hilaria, Kamis (7/10) di Sukadana.

Selain itu, diungkapkan dia, di Kayong Utara juga sudah ada berbagai kerajinan tangan. Baik itu anyaman tikar, batik khas Kayong, dan juga masih banyak lagi kerajinan lainnya, yang perlu untuk terus ditingkatkan dalam pengelolaan dan pemasarannya. Hal tersebut tentunya, diharapkan dia, akan tetap dilirik oleh para pengunjung saat berlibur di Kayong Utara ini.

“Kemudian dengan kerajinan lainnya. Kita kan sudah ada batik Kayong juga sudah ada. Kemudian kerajianan anyaman yang sudah mulai dikenal dan diakui. Kemudian kerajinan-kerajinan khas Kayong lainnya sesuai dengan kebutuhan,” ungkapnya. Untuk itu, diungkapkan dia saat ini tugas pemerintah untuk mampu merubah pola pikir masyarakat, supaya tidak hanya terbuka dalam arti sempit, tetapi terbuka dalam arti luas. “Di mana pendatang itu jangan menjadi objek pemasaran, seharusnya bagaimana kita membuat pendatang itu sebetah mungkin untuk dapat bertahan dan kembali ke Kayong Utara ini. Mungkin hal tersebut lumayan berat. Namun itu sangat perlu untuk diedukasi ulang,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait