Demi Tradisi

Demi Tradisi

  Rabu, 22 June 2016 09:30
Szalai (kiri) dan Nani (Kanan)

Berita Terkait

LYON – Cristiano Ronaldo berlari dengan monyet di punggungnya. Setelah dua kali dituding menjadi biang kegagalan Portugal mengamankan tiga angka dalam dua laga pertama Grup F melawan Islandia (15/6) dan Austria (19/6), kini tradisi apik Seleccao das Quinas – julukan Portugal – di Euro berada di tangannya. 

Ya, Ronaldo kembali menjadi tumpuan Portugal saat menghadapi Hungaria sebagai pemuncak klasemen Grup F di Euro 2016. Bedanya, sekali lagi dia gagal memanfaatkan laga di Parc Olympique Lyonnais, Lyon, malam nanti WIB, maka semakin berat pulalah langkah Portugal lolos dari fase grup ini. 

''Syaratnya, ya kami harus meningkatkan level permainan kami, lalu lolos ke fase knockout,'' sebut Ronaldo, sebagaimana dikutip dari Deutsche Presse-Agentur. Dalam hitung-hitungan, menang menjadi angka mutlak yang harus diamankan Ronaldo dan penggawa Portugal lainnya. Karena, jika seri atau bahkan kalah maka petaka sudah menanti di depan mata. 

Ingat, Portugal sudah mempunyai tradisi selalu berhasil meloloskan diri dari fase knockout di dalam tujuh edisi Euro sebelumnya secara beruntun. Nah, seri sekali lagi maka negara yang sekarang berada di peringkat ke-8 FIFA itu harus bersiap hitung-hitungan untuk lolos ke fase knockout melalui jalur peringkat ketiga terbaik. 

Apalagi jika Islandia dalam laga Grup F lainnya bisa mengalahkan Austria di Stade de France, Saint-Denis. Sebagai pemain paling senior di timnas Portugal, bek tengah Ricardo Carvalho mencoba untuk menenangkan rekan setimnya. ''Jangan terlalu risau. Tenang, hanya itu yang dibutuhkan tim ini. Yakinlah, tim ini masih konfiden,'' ucap bek yang sudah bermain di tiga kali Euro itu. 

Namun, dalam wawancaranya kepada situs resmi EURO2016.com Carvalho menyebut masih banyak pekerjaan rumah bagi timnya untuk menyegel satu tiket lolos otomatis dari fase grup. Paling penting adalah membenahi efektifitas serangannya. Fakta dalam statistik UEFA menempatkan finalis Euro 2004 itu sebagai tim kedua dengan agresivitas tembakan terbanyak. 

Belajar dari pengalaman dua laga sebelumnya, Portugal banyak melakukan crossing ke depan gawang lawan. Total, dalam dua laga sudah 16 kali crossing dilakukan para penggawa Portugal. Dan, jika melihat kekuatan defense Nemzeti Tizenegy – julukan Hungaria, ancaman dari bola-bola lambung tidak akan membuat Balázs Dzsudzsák dkk panik. 

Perlu diperhatikan, dalam defense Hungaria ada nama Tamas Kadar. Bek kiri yang mempunyai postur setinggi 188 sentimeter itu punya kelebihan dari kemampuan duel-duel udara yang brilian. Dari 12 kali duel udara, 83,3 persen atau 10 kali di antaranya mampu dimenangi Kadar. Karena itulah pada sesi latihan di Marcoussis, kemarin WIB (21/6) Santos menjajal beberapa variasi serangan. 

Untuk posisi bek kiri yang ditempati Guerreiro, Eliseu punya kans mengisi posisi tersebut. Di posisi Gomez, ini yang paling seru. Santos dihadapkan dua pilihan, antara memainkan Adrien Silva atau Renato Sanches. Dalam latihan kemarin, Sanches yang tampak berlatih bersama Ronaldo dkk di dalam skuad bayangan starter. 

Dikutip dari NDTV, Santos dengan konfiden mengklaim Ronaldo bakal pecah telur di dalam laga ini nanti. Ronaldo akan mencetak gol pertamanya di Euro 2016 setelah menjalani tiga laganya di Euro 2016 ini. ''Yang saya tahu dia selalu haus akan gol, dan saya yakin dia akan menjebol gawang Hungaria,'' koar mantan pelatih timnas Yunani itu. 

Santos berpandangan, anak asuhnya hanya butuh faktor luck untuk menjebol gawang Gabor Kiraly. Dari 15 pemain minus penjaga gawang Rui Patricio, enam pemain di antaranya mempunyai akurasi tembakan di atas 50 persen. Dengan kata lain, Portugal sebenarnya punya kans untuk dapat mencetak banyak gol. ''Sekarang, semua ada di tangan kami sendiri,'' cetusnya. 

''Saya katakan kepada rekan-rekan, lanjutkan ini semua!'' ucap kapten Hungaria, Balázs Dzsudzsák.Winger Bursaspor itu sudah melupakan kesalahan timnya yang buyar konsentrasi saat dihukum penalti pada laga melawan Islandia lalu. Kini, attacking midfielder 29 tahun itu meminta semua pemain Hungaria untuk waspada penuh. ''Ayo kita buktikan kalau Hungaria juga bisa menjadi kandidat juara di Eropa,'' lanjutnya. 

Menengok dari sejarah, Hungaria pernah menguasai semifinal di Euro. Sayangnya, itu sudah so yesterday, alias sudah terjadi puluhan tahun silam. Yaitu pada Euro 1964 sebagai peringkat ketiga, dan Euro 1972 saat finish sebagai semifinalis. ''Kami tidak ingin hidup di masa lalu. Hanya saja, kami ingin itu menjadi motivasi bagi generasi sekarang,'' tutur Storch. ''Kalau dulu bisa, kenapa sekarang tidak,'' tegasnya. (ren)

Berita Terkait