Demi Perbaiki Nama Besar

Demi Perbaiki Nama Besar

  Jumat, 16 September 2016 10:28

Berita Terkait

LONDON – Biru dan Merah sama-sama pecundang. Baik Chelsea maupun Liverpool keluar sebagai tim pesakitan musim lalu. Kedua tim yang secara tradisional dikenal sebagai 'duta besar' sepak bola Inggris, absen di Eropa musim 2016-2017 ini. Chelsea yang musim 2014-2015 berstatus kampiun kemudian finis di posisi sepuluh musim 2015-2016. Liverpool tak kalah tragis. Melaju ke dua final, Piala Liga dan Europa League, anak asuh Juergen Klopp itu terhempas di dua laga puncak. Juga finis akhir posisi delapan klasemen. 

Pertemuan pertama kedua tim pada musim ini tersaji dini hari nanti (17/9) di Stamford Bridge. The Blues, julukan Chelsea, sampai dengan matchday keempat nangkring di posisi yang lebih apik ketimbang Liverpool. Chelsea di posisi runner-up sedang Liverpool di posisi keenam. Nah, pertarungan Chelsea lawan Liverpool sekaligus menjadi penegasan adu cerdik diantara dua tactician papan atas saat ini. Antonio Conte di kubu Chelsea. Sedang Juergen Klopp di pihak Liverpool. 

Di pra musim lalu yang merupakan pertemuan pertama, Conte untuk sementara unggul atas Klopp. Di ajang International Champions Cup (ICC) Juli lalu, Chelsea menang tipis 1-0 atas The Reds, julukan Liverpool. Gary Cahill menjadi pahlawan buat Chelsea ketika golnya lahir dimenit kesepuluh.Dan semua sepakat, seandainya hasil pra musim bukan patokan yang pakem buat memprediksi hasil pertandingan dini hari nanti. 

Conte kehilangan dua pilarnya di laga ini. John Terry dan Marco van Ginkel. Satu nama lain yang diragukan kebugarannya adalah Kurt Zouma. Demikian pun Liverpool yang kehilangan Ragnar Klavan juga Sheyi Ojo karena cedera. Emre Can yang sudah berlatih dengan tim kemarin (15/9) kelihatannya belum akan menjadi pilihan utama Klopp. Demikian juga Joe Gomez yang belum fit 100 persen. 

Gelandang Chelsea Eden Hazard kepada Mirror kemarin berkata seandainya timnya harus memperbaiki pertahanan tim. Lini depan Liverpool disebut pemain timnas Belgia itu rakus dan siap membuat kerusakan ke gawang kiper Chelsea Thibaut Courtois.  “Kami harus bekerja keras dan lebih solid untuk membendung Liverpool. Liverpool membuat 14 gol dalam lima laga,” ucap Hazard. Ucapan pemain 25 tahun itu seperti menjadi alarm bagi Chelsea yang kehilangan sosok komandan lini belakang juga kapten John Terry karena cedera engkel. 

Metro kemarin mencatatkan statistik bagaimana pengaruh kehadiran Terry di sektor bertahan Chelsea. Sejak 2012-2013 lalu, persentase Chelsea kalah jika tak ada pemain 35 tahun itu di lini belakang adalah 47,6 persen. Sebaliknya jika Terry memimpin lini belakang Chelsea sejak 2012-2013 lalu dari 114 laga, 68 diantaranya berakhir kemenangan. Kalau dipersenkan kehadiran Terry memberikan probabilitas kemenangan buat Chelsea sebanyak 59,6 persen. 

“Kehilangan lain dari absennya Terry di lini belakang adalah kemampuan mencetak gol. Diantara para bek Chelsea, Terry salah satu yang paling produktif,” tulis Metro.     Sejak 2012-2013 lalu, hanya Branislav Ivanovic yang melebihi Terry dalam produktivitas. Kalau Ivanovic membuat 14 gol, maka Terry mengkoleksi 12 gol. Di bawah Ivanovic dan Terry, bercokol nama Gary Cahill dengan enam gol. 

Juergen Klopp sepertinya sudah menemukan kenyamanan dengan formasi 4-3-3 miliknya. Sejauh ini filosofi false nine milik Klopp dengan menempatkan Roberto Firmino sebagai finisher berjalan mulus. 

Kepada This Is Anfield Klopp berkata melawan Chelsea, timnya haruslah rakus. Dan nama-nama seperti Daniel Sturridge, Roberto Firmino, Adam Lallana, Sadio Mane, dan Georginio Wijnaldum mempertontonkan kemampuan sama ketika Sabtu (10/9) lalu Liverpool menggulung juara bertahan Leicester dengan skor 4-1. 

“Kami ingin kuat sama seperti kami meraih kemenangan di laga-laga sebelumnya. Pemain kami haruslah fleksibel di lapangan,” tutur mantan pelatih Mainz dan Borussia Dortmund itu. Klopp menuturkan trio lini depannya, Mane-Sturridge-Firmino, memang menunjukkan penampilan yang luar biasa Sabtu lalu. Sturridge tak lagi egois dan memposisikannya sebagai pemain nomor sembilan yang tak tergantikan. Lalu Firmino dan Mane menjelma menjadi mesin gol buat Liverpool. 

“Memang seperti itulah seharusnya sebuah tim. Daniel (Sturridge) walau tak mencetak gol lawan Leicester namun tiga gol yang lahir berkat kontribusinya,” puji Klopp. (dra)

 

Berita Terkait