Demi Kembalinya Harga Diri

Demi Kembalinya Harga Diri

  Kamis, 19 Oktober 2017 10:00

Berita Terkait

MILAN - Posisi Vincenzo Montella sebagai allenatore AC Milan memang masih aman meski sudah menelan empat kekalahan dalam delapan giornata Serie A. Parahnya, tiga kekalahan diderita beruntun oleh Rossoneri. Yang paling menyakitkanb tentu saja saat kalah 2-3 di Derby della Madonnina 

Namun, petinggi Milan diyakini tidak akan bersabar lebih lama bila Leonardo Bonucci dkk terus menerus menuai hasil minor. Empat pertandingan berikutnya adalah penentuan nasib bagi Montella bila masih ingin menukangi Milan, setidaknya hingga musim ini selesai. Dan, perjuangan dimulai saat Milan menjamu AEK Athens dalam matchday ketiga Europa League grup D dini hari nanti.

''Kekalahan Milan? Salah saya,'' ucap Montella seperti dilansir La Gazzetta dello Sports. ''Pertandingan di Eropa selalu sulit. AEK adalah tim yang sangat agresif. Tidak ada jalan lain kecuali kami harus melakukan pertandingan dengan sangat baik besok (dini hari nanti),'' ucap pelatih 43 tahun itu.

Pernyataan Montella ada benarnya. Sebab, Milan saat ini berada di pucuk klasemen grup D dengan enam poin dari dua kemenangan. Terlebih, poin absolut bisa mendongkrak spirit pemain untuk menghadapi tiga agenda krusial di Serie A.

Apalagi, tiga laga Serie A setelah melawan AEK dilakukan hanya dalam rentang enam hari. Yakni, kontra Genoa (22/10), Chievo (26/10), dan Juventus (28/10). Pertandingan melawan Juve akan jadi penentu nasib Montella. 

Namun, melawan AEK juga tidak akan berjalan mudah bagi Milan. Saat ini, tim polesan Manuel Jimenez Jimenez itu ada di posisi runner up grup D dengan empat angka. Seperti saat menang tipis 3-2 atas Rijeka (29/9), Milan diyakini akan kerepotan bila tidak mengubah sesuatu dalam diri mereka.

''Akan ada sesuatu yang akan saya ubah. Tapi, di lain sisi saya juga ingin melanjutkan pekerjaan yang sudah kami lakukan akhir-akhir ini. Rumah Milan adalah di Eropa,'' sambung mantan pelatih AS Roma, Fiorentina, dan Sampdoria itu. ''Saya pikir, kami tidak terlalu merasakan tekanan. Dia (Montella, Red) harus memecahkan teka-teki ini. Namun, sejauh ini semuanya baik-baik saja untuk saya,'' timpal bomber belia Milan Patrick Cutrone.

Pertahanan menjadi yang paling disorot dari performa buruk Milan. Mereka sudah kebobolan sembilan gol dalam tiga pertandingan Serie A. Uniknya, permasalahan itu tidak mereka jumpai di Europa League.

Hal yang sama berlaku juga untuk kinerja para penyerang. Barisan lini depan Milan hanya garang di Europa League. Total, dari 18 gol yang dilesakkan para penyerang, sebelas diantaranya lahir di Europa League.

"Minggu lalu (derby vs Inter, Red) kami kebobolan tiga gol dan hanya membalas dua gol. Salah satu yang menjadi pembeda adalah kualitas Mauro Icardi. Kami perlu memperbaiki penempatan tim dan kualitas individu saat bertahan," lanjutnya. ''Untuk lini depan, saya tidak berpikir kami gagal. Bahkan, saat saya melihat pertandingan Manchester City kemarin (melawan Napoli, Red), Guardiola dan anggaran belanja mereka juga membutuhkan waktu untuk bersatu di lapangan,'' pungkasnya. (io)
 

Berita Terkait