Demi Bantu Aparat, Warga Sampai Urunan

Demi Bantu Aparat, Warga Sampai Urunan

  Minggu, 21 Agustus 2016 10:38
BANTUAN SWADAYA: Beberapa personel Polres Ketapang memeriksa pompa air yang diserahkan oleh masyarakat ke Polres Ketapang. Sarana tersebut akan digunakan untuk memadamkan api jika terjadi kebakaran hutan dan lahan. AHMAD SOFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Masyarakat Serahkan 15 Pompa Air ke Polres

Sebanyak 15 unit mesin pompa air diterima Kepolisian Resor (Polres) Ketapang pada Jumat (19/8) lalu. Bantuan tersebut berasal dari swadaya masyarakat Ketapang. Selain pompa air, bantuan berupa selang dan sepatu boot juga diserahkan ke Polres, untuk digunakan memadamkan api saat terjadi kebakaran hutan dan lahan.

AHMAD SOFI, Ketapang

KAPOLRES Ketapang, AKBP Sunario, mengakui jika bantuan tersebut merupakan sumbangan swadaya masyarakat, yang dikumpulkan dan diserahkan kepada pihaknya. "Ini diserahkan langsung oleh masyarakat, untuk membantu petugas dalam upaya memadamkan api saat terjadi kebakaran," kata Sunario, kemarin (19/8).

Ia tak memungkiri jika sarana dan prasaran pemadam kebakaran yang dimiliki pihaknya saat ini sangat minim. Bantuan itu diakui Kapolres, diberikan setelah pihaknya meminta bantuan dan peran serta masyarakat. "Jumlah pompa air hasil swadaya masyarakat ada 15 unit ditambah pipa dan sepatu boot," jelasnya.

Ia menambahkan, pompa air tersebut nantinya juga akan serahkan kepada pihak Kodim 1203 Ketapang sebanyak lima unit. Sisanya akan mereka serahkan kepada anggota di polsek-polsek. "Untuk penanggulangan kita libatkan semua personel kita. Jika tahun lalu hanya polsek-polsek, tahun ini personel dari Polres juga kita kerahkan," ungkapnya.

Sementara terkait dengan daerah-daerah yang rawan terjadinya kebakaran hutan maupun lahan di wilayah Ketapang seperti di Pelang dan Sungai Awan, Kecamatan Matan Hilir Selatan, ia telah menginstruksikan personel untuk melakukan kegiatan patroli setiap hari ke lokasi-lokasi rawan. "Jika terjadi kebakaran dan mendesak, kami juga akan mengerahkan kendaraan water canon untuk daerah yang bisa dijangkau," paparnya.

Bantuan yang diserahkan langsung atas swadaya masyarakat tersebut, diharapkan Kapolres, dapat membantu mereka dalam tugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan yang dikhawatirkan dapat terjadi sewaktu-waktu. "Mudah-mudahan ini membantu. Kita harapkan juga tidak ada kebakaran hutan muapun lahan," harapnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya kebakatan hutan dan lahan, sejak tahun lalu Kapolda Kalbar sudah mengeluarkan maklumat terkait larangan membakar hutan dan lahan untuk kepentingan apapun. Imbauan tersebut sudah disampaikan kepada seluruh elemen masyarakat melalui polsek-polsek di Ketapang dan Kayong Utara.

Sunario menegaskan, jika ada masyarakat atau korporasi yang sengaja membakar hutan dan lahan, maka akan ditindak tegas dan diproses sesuai dengan aturan yang berlaku. "Jika masih kedapatan ada masyarakat maupun pihak perusahaan yang membuka lahan dengan cara membakar, sanksi tegas yang akan di terapkan, yakni mulai kurungan penjara 5 tahun hingga denda maksimal Rp10 miliar," tegasnya. (*)

Berita Terkait