Deklarasi Pemuda Sadar Mengaji

Deklarasi Pemuda Sadar Mengaji

  Rabu, 11 January 2017 09:30
PERBAIKI SEGERA: Kegiatan pemuda sadar mengaji, di Masjid Nurul Huda Dusun Parit Baru, Desa Tempapan Kuala, Kecamatan Galing, kabupaten Sambas. OZY/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

SAMBAS- Dalam upaya mendorong para generasi muda mencintai kegiatan mengaji. Karang Taruna Desa mendeklarasikan kegiatan pemuda sadar mengaji, yang dilaksanakan di Masjid Nurul Huda Dusun Parit Baru Desa Tempapan Kuala Kecamatan Galing.

Ketua Karang Taruna Desa Tempapan Kuala Kecamatan Galing, Ismet mengatakan deklarasi pemuda mengaji ini salah satu program kerohanian Karang Taruna bekerjasama dengan remaja masjid Nurul Huda Dusun Parit Baru.

“Kegiatan Pemuda mengaji sebagai upaya meningkatkan dan memperdalam keagamaan, terutama kepada kaum muda, diharapkan dengan kegiatan gemar mengaji ke depannya tak ada lagi generasi muda tak bisa mengaji,” kataIsmet, Selasa (10/1).

Dalam kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu tersebut. Mendapatkan antusias cukup baik. “Antusias pemuda adalah sebuah hal yang baik. Dan kita berharap melalui kegiatan ini menghindarkan pemuda dari pergaulan bebas, dan apa yang di inginkan Bupati melalui visi pembinaan mental spiritual bisa tercapai, kalau lebih baik lagi Desa se Kabupaten Sambas bisa mendeklrasikan hal seperti ini,” katanya.

Tentu saja gagasan seperti ini, perlu didukung dari masyarakat dan pemerintah desa supaya apa yang di rancang bisa berkesinambungan dalam rangka hal-hal keagamaan. “Diharapkan melalui Pemuda gemar mengaji, generasi muda mempunyai ruang untuk lingkup untuk terus belajar, salah satunya belajar mengaji maupun belajar yang lebih produktif, karena di di desa ini berbaur, ada yang masih sekolah dan yang tidak sekolah,”

katanya.

Koordinator Pemuda Mengaji, Herianto menyebutkan selain dari pemuda, masyarakat juga sangat antusias. “Kita juga berharap melalui kegiatan ini bisa membangkitkan mengaji ditingkat masyarakat, apalagi untuk pemuda, maka harus kita dorong bersama untuk bisa berlanjut ke depannya,” kata Herianto.

Sebelum melaksanakan kegiatan. Pihaknya melakukan pendataan kepada pemuda, terutama mereka yang tak bisa mengaji. Kemudian untuk guru atau pengajar ngajinya, sudah disiapkan, mulai dari guru bacaan Iqra’ sampai bacaan Juz. Dan hasil kesepakatan, kegiatan mengaji akan dilaksanakan rutin, yakni untuk mengisi malam sabtu dengan mengaji bersama di masjid.(fah)

 

Berita Terkait