Defisit Anggaran Capai Rp71 M

Defisit Anggaran Capai Rp71 M

  Selasa, 20 September 2016 09:45
PIDATO BUPATI: Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang Drs HM Mansyur MSi menyampaikan draf Pidato Bupati Ketapang kepada pimpinan DPRD Kabupaten Ketapang dalam sidang paripurna, Senin (19/9). HUMASKAB FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

KETAPANG – DPRD Kabupaten Ketapang menggelar rapat paripurna dalam rangka mendengarkan Pidato Bupati Ketapang, Senin (19/9) di Ruang Sidang Utama Gedung DPRD. Pidato yang dimaksud berupa penyampaian Nota Keuangan Perubahan dan Raperda tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2016.

 
Rapat paripurna dipimpin Wakil Ketua DPRD Junaidi SP, didampingi dua wakil ketua lainnya, Jamhuri Amir SH dan Qadarini SE. Sidang dihadiri para angota DPRD, jaran Forkopimda, SKPD, para asisten dan kepala bagian Setda Ketapang.

Pidato Bupati Ketapang dalam hal ini disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Drs HM Mansyur MSi. "Beberapa kebijakan dari Pemerintah Pusat ikut mempengaruhi struktur APBD Kabupaten Ketapang Tahun Anggaran 2016, terdapat beberapa target bidang pendapatan daerah yang realisasinya tidak sesuai dengan harapan," papar Mansyur.

Disebutkan Sekda bahwa target pendapatan daerah Ketapang pada perubahan APBD tahun 2016 direncanakan Rp1,940 triliun. "Target tersebut meningkat sebesar Rp15 miliar," aku Sekda.

Sementara gambaran umum pendapatan daerah pada perubahan APBD tahun anggaran 2016, disebutkan Sekda jika pendapatan asli daerah (PAD) pada perubahan APBD tahun 2016 ditargetkan sebesar Rp102 miliar. Dalam hal ini, dia menambahkan, terjadi perningkatan pendapatan sebesar Rp7 miliar. Sementara pendapatan daerah yang bersumber dari dana perimbangan yang ditransfer kepada daerah, diungkapkan dia, ditargetkan sebesar Rp1,6 triliun, mengalami kenaikan sebesar Rp117 miliar dari APBD sebelumnya. Disampaikan Sekda bahwa perubahan kenaikan ini disebabkan adanya pergeseran penerimaan dari tunjangan profesi guru dan tambahan penghasilan guru, yang semula bagian dari lain-lain pendapatan daerah yang sah. Sedangkan untuk lain-lain pendapatan daerah yang sah, menurut dia, ditargetkan sebesar Rp223 miliar, menurun menjadi sebesar Rp109 miliar dari APBD sebelum perubahan.

Dalam upaya merealisasikan pendapatan yang telah di targetkan pada APBD tahun 2016, sebelum perubahan, dikatakan dia, beberapa kebijakan telah dilakukan. Kebijakan yang dimaksud dia seperti melakukan intensifikasi pajak daerah dan retribusi daerah, serta lain-lain pendapatan yang sah terus ditingkatkan susuai potensi pungutan. Selain itu, dia menambahkan, juga melakukan koordinasi, baik vertikal maupun horizontal, dengan berbagai instansi yang berkaitan dengan pendapatan daerah. Kemudian, dikatakan dia, dilakukan penyerdehanaan sistem dan prosedur administrasi pemungutan pajak dan retribusi daerah.

Selain itu, dia juga mengungkapkan bahwa pemerintah menyelenggarakan pelayanan prima melalui pengadaan sarana dan prasarana. Mereka juga melakukan upaya semaksimal mungkin mendapatkan bagian Pemerintah Kabupaten Ketapang dari bagi hasil pajak  dan bagi hasil bukan pajak.

Dalam Pidato Bupati disampaikan bahwa besaran belanja daerah terkait sangat erat dengan besaran pendapatan daerah. Dia juga mengungkapkan bahwa beberapa kebijakan dari Pemerintah Pusat sangat berpengaruh terhadap struktur belanja daerah Kabupaten Ketapang pada tahun anggaran 2016.

Rencana belanja daerah Kabupaten Ketapang disampaikan Sekda, setelah perubahan APBD tahun anggaran 2016 sebesar Rp2,050 miliar. Angka tersebut, menurut dia, memperlihatkan terjadinya kenaikan sebesar Rp86 miliar lebih dari APBD sebelum perubahan belanja daerah, yang dialokasikan dalam kelompok belanja tidak langsung dan belanja langsung. Sedangkan belanja tidak langsung, menurut dia, direncanakan sebesar Rp1,034 triliun. “Jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar Rp82 miliar atau naik 8,69 persen dari APBD sebelumnya,” kata dia.

Sedangkan belanja langsung, diungkapkan dia, ditargetkan sebesar Rp1,016 triliun, di mana mengalami kenaikan sebesar Rp4 miliar dari APBD sebelum perubahan. Berkaitan dengan pembiayaan yang berdasarkan Perda Nomor 6 Tahun 2016 tentang Pertanggungjawaban APBD Tahun 2015 bahwa sisa lebih perhitungan anggaran tahun 2015 sebesar Rp111 miliar lebih. Berdasarkan gambaran umum pendapatan belanja dan pembiayaan daerah tersebut di atas, diakui dia bahwa pada perubahan APBD Kabupaten Ketapang Tahun Anggaran 2016, struktur APBD Kabupaten Ketapang mengalangi defisit anggaran sebesar Rp71.148.906.752. Dia berharap agar defisit anggaran tersebut ditutupi atau dibiayai dari penerimaan pembiayaan yaang bersumber dari sisa lebih perhitungan anggaran tahun anggaran 2016. (afi/ser)

 

Berita Terkait