Debat Menghangat Kupas Isu Korupsi , Janjikan Kapuas Raya Terwujud

Debat Menghangat Kupas Isu Korupsi , Janjikan Kapuas Raya Terwujud

  Jumat, 4 December 2015 08:54
Debat : Tiga pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sintang saat mengikuti debat kandidat

Berita Terkait

Tiga pasang calon Bupati dan wakil Bupati Sintang saat debat kandidat, Rabu (2/12) malam, menuangkan gagasan membangun daerah lima tahun kedepan, sekaligus mengupasnya. Bagaimana proses debat berlangsung?

Prof DR Edi Suratman, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Tanjungpura Pontianak tampil sebagai moderator debat kandidat calon  Bupati dan wakil Bupati Sintang. Ia menggali persoalan Sintang menjadi awal pembuka debat. Sementara seluruh tiga pasang calon sudah siap menjawab dengan berdiri di atas podium. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sintang menempatkan podium calon berderet menyamping sesuai nomor urut.

Podium satu ditempati Agrianus-Choiman Wahab, podium kedua diisi Ignasius Juan-Senen Maryono, dan Jarot Winarno-Askiman berada di podium nomor tiga. Ketiga pasangan calon memaparkan visi misi menjadi materi debat pada sesi pertama. Sementara seluruh pasangan calon ikut memboyong pendukungnya menempati ruang di gedung Pancasila. Duduk tim pendukung menghadap sesuai nomor urut calon yang diusung. Kehadiran tim pendukung membuat suasana debat  kian riuh dan semarak. Apalagi saat jeda debat, MC mempersilahkan tim pendukung menyuarakan yel-yel pemenangan secara bergantian.

Banyak isu dilontarkan tiga pasang calon untuk membangun Sintang, saat debat. Isu Kapuas Raya juga dibicarakan seluruh pasangan calon. Janji mereka adalah memberikan langkah strategis untuk Kapuas Raya segera terbentuk. Calon Bupati pasangan nomor urut satu, Agrianus  mengungkap Kapuas Raya sudah menjadi kebutuhan.  Upaya strategis dalam memperjuangkannya akan dilakukan dirinya bersama Choiman Wahab bila terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sintang priode 2016-2021. "Dengan pendekatan kepada Gubernur dan DPRD Provinsi," kata Agrianus.

Pasangan Ignasius Juan-Senen Maryono juga ikut bersuara soal isu Kapuas Raya. Menurut  Senen  pemekaran (Kapuas Raya) perlu koordinasi dan komunikasi, konsultasi dari level terbawah. Komunikasi bersama lima kabupaten kembali disolidkan demi mempercepat Kapuas Raya terbentuk.Sementara pasangan Jarot Winarno-Askiman memastikan  bisa mewujudkan Kapuas Raya terbentuk jika terpilih sebagai pasangan kepala daerah. Janji mereka,  paling lambat 2017 Kapuas Raya sudah terwujud. Langkah strategis merealisasikan Kapuas Raya dipaparkan. Yakni kalau memperjuangkannya tida bisa sendirian hanya satu kabupaten. Tapi lima kabupaten di timur Kalbar kembali bergerak bersama sebagai modal kekuatan utama.

Suasana debat ketiga pasangan calon menghangat begitu mengupas isu korupsi. Seluruh kandidat bersemangat menyuarakan sekaligus berjanji memangkas peluang korupsi di Sintang. Terlebih isu korupsi dibicarakan pada debat sesi tiga. Sesi dimana antar sesama kandidat saling melontarkan dan menanggapi pertanyaan. Sesi ini dilangsungkan usai menyampaikan  penajaman visi misi atau pada sesi dua.

Persoalan korupsi menjadi pertanyaan pasangan calon nomor dua kepada pasangan calon nomor urut tiga. Menjawab pertanyaan isu korupsi, Jarot menyatakan komitmennya tidak membangun budaya KKN jika memimpin Sintang kedepan. Antara lain mulai dari menempatkan pejabat SKPD. Ia berjanji  tidak akan menempatkan orang yang mempunyai hubungan tali persaudaraan seperti kakak atau adik mengisi jabatan penting di pemerintahan. "Saya jamin. Karena saya memang tidak mempunyai saudara (kakak adik) di pemerintahan (Pemkab Sintang)," kata Jarot.

Ia menambahkan menjadi penting juga dalam mencegah korupsi  yakni peningkatan kapasitas dan aparatur pemerintah. Askiman, sebagai calon wakil, mengatakan, pencegahan korupsi akan menjadi prioritasnya.  "Perketat tidak ada lagi pembahasan APBD  diluar rapat dewan dan aspirasi fee proyek  20 persen. Tim terpadu akan dibentuk untuk mengawasi  perancanaan sampai realisasi APBD. Tidak ada lagi SPPD fiktif," kata Askiman.

Juan memberikan tanggapan atas jawaban pasangan calon nomor urut tiga. Ia mengatakan pencegahan korupsi memang penting baik pada jenjang SKPD. Namun dia menganggap paling penting adalah dimulai dari diri sendiri, untuk melawan korupsi.  Sementara isu infrastruktur, perbatasan, dan membangun ekonomi kerakyatan, juga tergali dalam debat kandidat kemarin. Semua pasangan calon menyampaikan konsep mereka berkenaan masalah tersebut.

Debat kandidat pasangan calon turut dihadiri penjabat Bupati Sintang Alexius Akim, jajaran Forkorpimda, Panwaslu, seluruh komisioner KPU Sintang, KPU Provinsi Kalbar, lembaga pemantau, serta perwakilan komponen masyarakat. Pelaksanaan debat berlangsung dengan penjagaan ketat aparat kepolisian. Bagi yang tidak berkepentingan tidak diperkenankan masuk, karena KPU membatasi pengunjung kecuali diundang.Anggota Panwaslu Sintang Syaiful Noor mengatakan, pelaksanaan debat sudah sesuai ketentuan. Pihaknya tidak melihat indikasi pelanggaran selama debat berlangsung. (**)

 

Berita Terkait