DBD Kembali Makan Korban

DBD Kembali Makan Korban

  Rabu, 20 September 2017 10:00
PASIEN DBD: Salah pasien DBD yang dirawat di RSUD Ahmad Diponegoro Putussibau. DBD kian mewabah di Kapuas Hulu, hingga Bupati menetapkan status KLB. MUSTA'AN/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PUTUSSIBAU – Belum satu minggu Bupati Kapuas Hulu AM Nasir menetapkan status KLB atau kejadian luar biasa Demam Berdarah Dengue (DBD) di Bumi Uncak Kapuas, satu anak kembali menjadi korban akibat gigitan nyamuk Aedes Aygepty tersebut. Kali ini menimpa Yohan Bek, bocah berusia 6 tahun, warga Desa Datah Diaan, Kecamatan Putussibau Utara.

Dalam satu bulan ini sudah dua anak meninggal di Kapuas Hulu akibat serangan DBD, jika sebelumnya seorang anak di Kecamatan Empanang. Kali ini DBD kembali makan korban, yakni seorang anak asal Desa Datah Diaan. Bocah malang tersebut meninggal pada pada Sabtu (16/9) lalu.

“Sebelumnya korban masuk rumah sakit Jumat (15/9) dengan kondisi yang sangat syok, si anak sempat diberikan tindakan IGD, namun keesokan harinya ia meninggal,” kata Ade Hermanto, kepala Bidang Pencegahan dan Pengandalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kapuas Hulu, Selasa (19/9). Ade menjelaskan, sebelum meninggal, si anak sempat ditangani oleh petugas kesehatan di desa tersebut dan dirujuk ke rumah sakit. Namun, dia menyayangkan, pihak keluarga tidak mau untuk dirujuk, sehingga seterusnya kondisi si anak sudah menurun. ”Akhirnya pihak keluarga dipaksa untuk membawa anak tersebut ke rumah sakit, namun sampai dirumah sakit, korban sudah dengue shock syndrome (DSS),” jelasnya.

Lanjut Ade, saat ini jumlah kasus DBD kian hari makin bertambah. Dari catatan yang ada, disebutkan dia jika jumlahnya mencapai 98 kasus. Dengan makin banyaknya kasus DBD ini, pihaknya pun tengah giat melakukan foging ke beberapa wilayah. “Tak kalah penting, saya ingatkan kepada masyaraat untuk dapat menjaga kebersihan lingkungan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” imbaunya.

Sementara itu, Zainudin, sekretaris RSUD Ahmad Diponegoro Putussibau mengungkapkan, untuk mengantisipasi lonjakan kasus DBD ini, mereka akan menyiapkan tempat bagi pasien yang terkena DBD. “Saat ini tempat perawatan masih memungkinkan untuk melayani masyarakat yang terkena DBD, namun jika jumlahnya sudah melonjak, kami bisa saja menyediakan extra bed, bahkan lorong-lorong rumah sakit nanti bisa dijadikan tempat perawatan. Nanti tergantung kebijakan kami,” ujarnya.

Sejauh ini, kata Zainudin, jumlah pasien DBD yang dirawat di rumah sakit jumlahnya memang banyak, di mana terbanyak adalah anak-anak. Sejauh ini, dia menambahkan, ada yang masih dirawat dan ada juga yang sudah sembuh. “Berapa pun banyak pasien yang terkena DBD, kami akan tetap melayani dan akan menyediakan tempat perawatan,” ucapnya.

Zainudin pun mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai penyakit DBD ini. Dia berpesan agar genangan air yang ada di lingkungan rumah dibersihkan, karena setiap genangan air tersebut mempunyai potensi untuk perkembangan nyamuk Aedes Aigipty. “Foging itu tidak akan efektif, jika masih ada air tergenang. Palingan hanya untuk menghambat pertumbuhan nyamuk saja, bukan membunuhnya,” pungkasnya. (aan)

Berita Terkait