Dayung Kalbar Gagal di Nomor Rowing

Dayung Kalbar Gagal di Nomor Rowing

  Jumat, 16 September 2016 10:03
GAGAL: Dayung Kalbar yang turun di nomor single scull putri dan rowing 4 putra gagal melaju ke babak final dan hanya sampai semifinal Kamis (15/9) pada pelaksanaan PON XIX Jawa Barat. ISTIMEWAPONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK--Dayung Kalbar gagal mempersembahkan medali pada hari pertama, Kamis (15/9) pada pelaksanaan PON XIX Jawa Barat. Para pedayung Kalbar yang turun di nomor single scull putri dan rowing 4 putra gagal melaju ke babak final dan hanya sampai semifinal.

Diungkapkan Abdi Nurkamil, Manager tim Dayung Kalbar kegagalan Kalbar karena kurangnya persiapan tim binaannya. 

"Rata-rata sembilan provinsi yang lolos rowing, kesiapan mereka sejak Januari. Dan sebagian besar tim mereka sudah berada di Cipule sejak lama," kata Abdi.

Sarana para pedayung propinsi lain, ungkap dia, juga lebih baik kualitasnya. Sedangkan  waktu TC dayung Kalbar hanya satu bulan.

"Sarana yang kita gunakan saat latihan, pakai double scull rowing yang biasa. Tapi saat bertanding dipinjamkan panitia sarana berkualitas. Butuh penyesuaian untuk atlet yang bertanding," jelasnya.

Menurut Abdi, info dari atlet, begitu susahnya mengendalikan rowing sistem kemudi. Sedangkan saat latihan di Pontianak, latihan dengan model lama dan kemudi mati. "Tapi kami berpuas hati karena bisa sampai di semifinal. Karena ini merupakan yang terbaik bagi pendatang baru untuk nomor lomba rowing," ungkapnya.

Menurut Abdi, peluang Kalbar untuk meraih medali di cabor dayung masih terbuka lebar. Masih ada tiga nomor dragon boat yang akan diikuti tim dayung Kalbar pada 22 hingga 26 September nanti.

Yakni nomor dragon boat 22 pendayung 1000 meter, 22 pendayung 500 meter dan 12 pendayung 500 meter. Peluang terbesar berada di nomor dragon boat 22 pedayung. Ada sembilan provinsi yg lolos di nomor dragon 22 pedayung, yakni Riau, Sultra, Jambi, Sumbar, Kaltim, Kalteng, Kalsel, Kalbar dan Jabar. Sedangkan di nomor 12 pedayung ada 12 propinsi, ditambah Papua, DKI dan Jatim. (bdi)

Berita Terkait