Datangi Sekolah Pelajar Ngelem

Datangi Sekolah Pelajar Ngelem

  Rabu, 25 November 2015 09:40

Berita Terkait

SINGKAWANG-Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Singkawang merasa prihatin atas tertangkapnya pelajar SMP di kota ini karena mabok lem alias ngelem. Pihaknya pun akan segera mengkroscek ke pihak sekolah anak yang bersangkutan.“Mendengar informasi adanya penangkapan itu, pertama yang akan kita lakukan mengecek ke sekolah anak yang ditangkap, untuk mengetahui seperti apa kejadian sebenarnya,” kata Ketua PGRI Kota Singkawang, Jaka Kelana, Selasa (23/11).

Pihaknya merasa prihatin atas kasus tersebut. Jika memang benar adanya, ke depannya baik sekolah ataupun orang tua, perlu memperkokoh jalinan komunikasi.   “Karena terjadi pada anak sekolah, Semua pihak harus bekerja sama. Baik itu dari pihak sekolah ataupun orang tua,” katanya.Pasalnya, yang terjadi bisa saja anaknya berpamitan ke sekolah, tapi ternyata tidak sampai di sekolah dan orang tua si anak tersebut tidak mengetahuinya. Begitu juga dengan pihak sekolah, jika peserta didiknya tidak masuk, bisa saja bertanya ke orang tua apakah karena sakit atau membolos.

“Komunikasi yang harus dibangun, misalnya pihak sekolah bisa langsung bertanya ke orang tua kalau anaknya tidak masuk sekolah. Begitu juga sebaliknya, orang tua harus bertanya kepada pihak sekolah mengenai anaknya,” katanya.Dalam kasus ini, sebagai ketua PGRI tidak bisa  menyalahkan salah satu pihak, baik itu guru ataupun orang tua. Tapi yang perlu dilakukan, bagaimana semua unsur yang ada, bersama-sama mencegah jangan sampai terjadi lagi kejadian seperti itu.

 Sepuluh muda mudi, yang diantaranya masih duduk di bangku SMP diamankan jajaran Polsek Singkawang Barat lantaran menikmati aroma lem atau ngelem di sebuah tempat di Jalan Hermansyah, Senin (23/11).Selain mengamankan kesepuluh remaja tersebut. Polisi juga mendapati sembilan kaleng lem merek fox, tiga buah tas, dan beberapa helai pakaian. Para orang tua serta guru pun kemudian dipanggil ke mapolsek agar ke depannya lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak serta peserta didiknya.

Terpisah, Kasatpol PP kota Singkawang, Sukardi mengatakan terkait anak-anak ngelem. Pihaknya telah melaksanakan razia. “Salah satu langkah yang kita lakukan, menggelar razia bekerjasama dengan kepolisian di beberapa tempat yang dijadikan ajang mabuk lem, diantaranya di sekitar Taman Burung dan tempat lain,” katanya. Namun hal tersebut terkendala keterbatasan personil serta waktu pengawasan yang dilakukan tidak mungkin selama 24 jam. “Namun dengan kondisi yang ada, razia tetap kami lakukan," katanya.

Selain itu, pihaknya juga memerintahkan ke personilnya, untuk langsung menangkap jika melihat anak ngelem. Mengenai penindakan kasus ngelem, diakui Sukardi, memang belum ada dasar hukumnya. Sehingga jika mendapati anak-anak ngelem, sifatnya diamankan, menandatangani surat pernyataan dan akan dilaporkan kepada orang tua yang bersangkutan. (fah)

 

Berita Terkait