Dari Musala Ini, Ciptakan Polisi yang Mengayomi

Dari Musala Ini, Ciptakan Polisi yang Mengayomi

  Minggu, 3 April 2016 09:21
PENANDATANGANAN PRASASTI: Kapolda Kalbar menandatangani prasasti Musala Nurul Adlan, Sabtu (2/4), dengan disaksikan Kapolres Singkawang, Kepala Kemenag Singkawang, Ketua MUI, Dandim Singkawang, serta para tokoh agama. HARI KURNIATHAMA/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SINGKAWANG – Kapolda Kalbar Brigadir Jenderal Polisi Arief Sulistyanto meresmikan Musala Nurul Adlan, Sabtu (2/4). Musala tersebut terletak dalam satu kompleks dengan Mapolres Singkawang. 

Saat peresmian tersebut, dia berpesan agar memanfaatkan musala tersebut selain sebagai sarana ibadah, juga menjadi tempat pembinaan mental spritual, agar menjadi polisi yang melayani, mengayomi, dan profesional menjalankan tugasnya.

“Bangunanya sudah jadi, manfaatkan dengan baik, karena pembuatan musala ini selain adanya bantuan dan partisipasi masyarakat sekitar, juga ada disisihkan dari gaji anggota Polres secara sukarela,” ungkapnya.

Apa yang dilakukan Kapolres Singkawang dan jajarannya tersebut, diakui dia, merupakan wujud tolerasi keberagamaan. Sikap toleransi seperti ini, menurut dia, patut dikembangkan. Di saat banyak daerah yang dilanda peristiwa intoleransi, namun Kalbar dengan kondisi masyarakatnya yang majemuk, diakui dia, bisa tetap harmonis. “Dengan terus menerus membangun kerja sama, saling menghormati, meski potensi kerawanan besar tapi kita bisa hidup berdampingan,” katanya. 

Selain itu, Kapolda juga mengapresiasi pendirian musala ini. Yang namanya pemimpin, apakah kapolres atau pimpinan perusahaan, menurut dia, harus dapat mengayomi dan memberikan taulan dan harus bersikap adil. “Memang adil itu gampang diucapkan, tapi sulit dilaksanakan jika tidak dilandasi keimanan dan kemauan maka tidak akan terasa berat," katanya.

Hal ini, menurut dia, selaras revolusi mental Polri, di mana dengan kewenangan yang cukup besar, harus dijalankan sesuai dengan aturan. Jika kewenangan ini dijalankan dengan landasan keimanan, maka dia yakin tidak akan ada penyimpangan. “Polisi bisa menjaga itu, jangan sampai kewenangan yang diberikan negara justru untuk menyakiti masyarakat. 

Sementara, Kapolres Singkawang AKPB Agus Triatmaja, berharap dengan dibangunnya sarana ibadah ini, berperan sebagai wadah pembinaan spritual anggotanya, khususnya umat muslim. “Jadi nantinya kita harapkan ada kegiatan keagamaan demi meramaikan musala ini, sehingga akan terbentuk manusia yang cerdas spritual,” kata dia.

Proses pembangunan Nurul Adlan sendiri berdiri di atas lahan kurang lebih 10x10 meter, dengan memakan waktu proses 4,6 bulan. Bangunan ini merupakan musala ke-49 di Kota Singkawang dan paling megah. Diungkapkan kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Singkawang, Jawani, setidaknya di Kota Singkawang terdapat 49 musala, 128 masjid, dan 125 surau. “Dengan musala ini diharapkan kegiatan ibadah berjalan maksimal,” katanya. 

Selain memberikan bantuan berupa perlengkapan ibadah, Kemenag juga dipastikan dia, menyiapkan tenaga penyuluh dalam rangka pembinana keagamaan di musala ini. “Bisa saja imam, ceramah, dan kegiatan lainya, kita siap,” janji dia. 

Hal ini, kata dia, dalam rangka memakmurkan musala itu sendiri. “Membangun sudah dan tugas kita bersama memakmurkannya lagi,” katanya. (har)

Berita Terkait