Dapat Pengetahuan Baru untuk Diaplikasikan

Dapat Pengetahuan Baru untuk Diaplikasikan

  Senin, 29 Agustus 2016 09:30
BELAJAR: Peserta magang pertanian dan peternakan di Balai Benih Induk Padi Provinsi Kalbar. Istimewa

Berita Terkait

Satu Bulan Magang Peternakan dan Pertanian

Pelaksanaan magang peternakan dan pertanian yang dilaksanakan Sampan Kalimantan selama satu bulan di Kabupaten Mempawah dan Landak dirasa peserta magang dari perwakilan lima desa, Kabupaten Kapuas Hulu begitu berarti. Ilmu dan pengetahuan baru tentang cara ternak dan tani yang baik dapat diterapkan sekembalinya ke desa masing-masing.

Mirza Ahmad Muin, Pontianak

Sebanyak 20 peserta magang peternakan dan pertanian perwakilan dari lima desa, yaitu Desa Nanga Raun, Bahenap, Selaup, Semangut dan Desa Kensuray asal Kabupaten Kapuas Hulu optimis dan yakin dapat mengaplikasikan apa yang mereka dapat di magang peternakan dan pertanian yang sudah dilaksanakan sejak 29 Juli 2016, tepatnya di Desa Kayu Tanam, Mandor Kabupaten Landak dan Desa Terap, Toho Kabupaten Mempawah, dapat diterapkan di desa masing-masing.  Sabtu kemarin sebelum pulang ke Kapuas Hulu, mereka berkumpul di kantor Sampan Kalimantan untuk mengevaluasi hasil kegiatan magang.

Romandus, peserta magang dari Desa Nanga Raun, Kapuas Hulu menilai kegiatan magang ternak dan pertanian selama satu bulan dari Sampan Kalimantan bagus. Selama sebulan kegiatan, banyak pengetahuan baru yang selama ini belum diketahui ia dapatkan di magang tersebut. Ia pribadi memilih magang peternakan karena sebelumnnya memiliki sedikit dasar pengetahuan tentang ternak, sehingga untuk mengenal peternakan lebih dalam dirasa lebih mudah.

Selama magang, banyak pengetahuan baru didapat. Menurut dia, kegiatan seperti ini perlu dilaksanakan dan harus berkelanjutan. Dengan pengetahuan yang didapat, ia dapat mengembangkan ilmu ternak sekembali ke desa. Ia juga akan menyampaikan hasil magang ternak ini ke penduduk desa setempat, terutama tata cara beternak khususnya binatang babi yang baik. 

Hal senada dikatakan peserta magang lain, Suhardi asal Desa Semangut, Kapuas Hulu. Seacara pribadi ia yakin pengembangan ilmu ternak ini,khususnya kambing dapat diterapkan di desanya. “Saya akan sampaikan hasil magang ini ke warga desa,”terangnya.

Setelah magang ia akan mengaplikasikan ilmu ternak ke peternakannya. Ia juga ingin, apa yang telah jadi program Sampan jangan berhenti sampai di sini. Kegiatan seperti ini harus berkelanjutan dan ada pemantauan yang dilakukan di desa dampingan Sampan.

Pendamping Sampan Kalimantan, Kapuas Hulu, Hardi mengungkapkan, selama satu bulan peserta ikut magang peternakan dan pertanian di dua tempat yaitu Kabupaten Mempawah dan Landak. Sebelum pulang ke desa masing-masing,  mereka (peserta) dikumpulkan dulu untuk evaluasi hasil magang. “Magang ini tak berhenti di sini saja, kita akan berkelanjutan untuk melihat hasilnya ke depan,” ujarnya.  

Bagi Hardi, evaluasi kegiatan penting agar pihaknya mengetahui letak kekurangannya di mana. Selain itu, evaluasi juga sebagai perencanaan tindak lanjut ke depan bagi tiap peserta di desa masing-masing. 

Dia mencontohkan, di Kapuas Hulu,ternak kambing etawa belum ada. Barang kali setelah dapat magang peternakan warga desa bisa coba terobosan baru dengan melakukan peranakan etawa. Kata Hardi semua bisa terjadi, dan tak menutup kemungkinan peranakan etawa jadi primadona nanti. Selain pemeliharaan ternak, mereka (peserta) juga dapat pengetahuan tentang tata cara pembuatan kandang, pemilihan lokasi ternak hingga manajemen peternakan. “Setelah perencanaan ini disusun, harapan saya September kegiatan lanjutan sudah berjalan di desa masing-masing,” ungkapnya.

 “Sebenarnya saya sangat takut dengan harapan masyarakat, namun apabila kita lakukan bersama saya yakin harapan-harapan itu akan terjawab. Saya harap apa yang telah didapatkan selama magang dapat ditularkan dengan tema-teman lain di desa,” tutup Deputi Direktur Sampan Kalimantan, Deny Nurdwiansyah.*** 

Berita Terkait