Dapat 1.000 Channel TV

Dapat 1.000 Channel TV

  Senin, 11 September 2017 10:00
PARABOLA: Sekitar 15 antena parabola yang dipasang Mamat di rumahnya. Bisa menangkap 1.000 channel TV dari seluruh dunia. Pertama hanya digunakan menyiasati siaran sepakbola yang diacak.

Berita Terkait

MESKI hanya mengantongi ijazah Sekolah Dasar, Mamat, 28 tahun dikenal sebagai “orang pintar” di bidang antena parabola agar bisa menangkap siaran TV dari seluruh dunia. Tak hanya dikampung, fans berat Manchester United dan Real Madrid ini pun, sering dipanggil warga luar Sambas, bahkan negeri tetangga Malaysia untuk keahliannya.

SELAMA ini warga Kabupaten Sambas dan sekitarnya, untuk mendapatkan siaran televisi harus memasang parabola. Meski sudah memasang parabola, tak semua siaran bisa ditonton. Seperti tayangan pertandingan sepak bola liga Inggris, Spanyol termasuk liga Indonesia, pada saat jam tayang siaran pun diacak. Layar TV berubah menjadi hitam dengan bertuliskan siaran diacak.

Hal ini terjadi karena di Indonesia, secara umum merupakan salah satu negara yang mengambil hak siar sepak bola tetapi dengan sistem acak. Sehingga bisa menyaksikan siaran sepak bola tertentu melalui satelit parabola dengan sistem berbayar.

Tentu saja, sebagai penggila bola. Kondisi ini membuat kesal. Kalau pun ingin tetap mendapatkan siaran bola, tanpa memiliki parabola berbayar. Bisa, tetapi harus di kafe, warung kopi atau tempat-tempat lainnya yang menyediakan acara nonton bareng.

Kondisi inilah membuat Mamat, memasang 15 parabola di rumahnya. Agar bisa menonton semua siaran bola dari seluruh penjuru dunia. Berbekal keahlian yang didapatkan secara otodidak, Mamat kini bisa menyaksikan siaran sepak bola terutama jika tim kesayangannya yakni MU dan Real Madrid bermain.

15 parabola yang dipasang di sekitar rumahnya, semua berbeda arah dan berbeda siaran yang didapatkan. Parabola yang dipasang Mamat, mulai dari yang satu Low Noise Block Converteala atau biasa dikenal LNB (parabola satu kepala), hingga empat buah LNB.

“Kalau jumlah siaran yang saya dapat tonton melalui TV di rumah, sekitar seribu lebih dari seluruh penjuru dunia. Bahkan saking banyaknya saya sampai lupa dengan urutan letak siaran,” kata Mamat.

Hobi mencari sinyal siaran televisi, sudah dimulai Mamat ketika berumur belasan tahun. “Awalnya, saya ingin menonton siaran televisi Malaysia dengan parabola. Mulai dari situlah, kemudian rasa keingintahuan itu saya kembangkan untuk mencoba mencari siaran dari seluruh penjuru dunia,” katanya.

Mamat pun mulai memberanikan diri mengotak atik, meski saat itu baru melihat orang memasang parabola. “Pernah melihat orang memasang parabola, lalu saya mencoba mengotak atik parabola di rumah. Meski saya tidak mempunyai guru, Alhamdulillah sekarang sudah hafal dimana letak dan arah semua satelit,” katanya.

Ditambah lagi, Mamat sejak kecil sudah terbiasa melihat alat-alat bengkel dan elektronik. “Ayah saya, dulu juga seorang montir mesin motor air, jadi saya dari kecil sudah terbiasa dengan peralatan bengkel dan elektronik,” katanya.

Pada mulanya, Mamat hanya memiliki satu parabola yang tentu saja siarannya terbatas. Hingga akhirnya, Mamat pergi bekerja sebagai TKI di Malaysia, untuk mencari modal beli para bola dan peralatannya, agar siaran-siaran TV yang diinginkan bisa ditonton.

“Duit bekerja di Malaysia, saya belikan parabola bekas dari warga lainnya yang sudah tak dipakai. Kemudian direnovasi agar berfungsi untuk menangkap siaran televisi,” katanya.

Warga sektiar sempat mengira Mamat ini gila, karena banyaknya parabola bekas di belinya. Namun hal itupun tidak dipedulikannya. “Banyak yang mencemooh, bahkan orang tua sempat memarahi dengan apa yang saya lakukan, tapi itu semua menjadi pemicu untuk terus mengembangkan pengetahuan yang saya miliki,” katanya.

Mulailah Mamat memasang satu persatu parabola hasil inovasinya di sekitar rumah. Mulai dari halaman depan, samping hingga belakang rumah. “Paling banyak saya pasang di tepian sungai, dan inilah kadang orang yang melintas melewati jalur sungai pasti akan heran, kenapa banyak sekali parabola dipasang,” katanya.

Dipasangnya parabola-parabola tersebut, membuat Mamat sekarang tak susah lagi jika ingin menyaksikan siaran televise dari seluruh dunia, terutama pertandingan sepak bola tim-tim kesayangannya. “Sekarang ada 15 parabola yang sudah saya pasang, jadi tidak susah lagi kalau mau nonton siaran bola,di satelit apapun pasti ada siaran bola,” katanya.

Keahlian yang dimiliki, sekarang Mamat dikenal sebagai tukang service parabola. Bahkan, dirinya juga bisa menciptakan alat penguat sinyal.

Setiap hari, Mamat selalu dibanjiri pesanan orang yang ingin memakai jasanya. Bukan hanya dari Sambas, tetapi sudah keluar kota, bahkan sampai negara tetangga Malaysia. “Saya pernah dapat pesanan dari Desa Saparan Kecamatan Seluas Kabupaten Bengkayang, Pulau Lemukutan,dan paling jauh Kuching, Malaysia,” katanya. Lantaran sudah menjadi pekerjaannya, Mamat pun berusaha akan sebaik mungkin memberikan

pelayanan agar pelanggannya puas. (laporan fahrozi dan asrul)

Berita Terkait