Daniel Johan Kunjungi Kecamatan Teluk Batang ,Bawa Persoalan Gunung Tujuh ke Menhut

Daniel Johan Kunjungi Kecamatan Teluk Batang ,Bawa Persoalan Gunung Tujuh ke Menhut

  Sabtu, 12 Agustus 2017 10:00
DENGAR ASPIRASI: Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Daniel Johan saat berada di Kecamatan Teluk Batang. Di sana dia mendengarkan aspirasi penolakan masyarakat terkait rencana adanya tambang batu granit di daerah tersebut. DANANG PRASETYO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

TELUK BATANG  –  Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Daniel Johan berjanji akan membawa persoalan pertambangan batu granit Gunung Tujuh di Kecamatan Teluk Batang ke Menteri Kehutanan (Menhut). Janji tersebut disampaikan dia setelah menggelar kunjungan kerja masa reses di Kabupaten Kayong Utara, kemarin.

Daniel mengungkapkan bahwa persoalan ini sebenarnya sudah ada sejak 2 tahun lalu. Bahkan bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutan, dipastikan dia juga, sudah diturunkan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Dirjen Gakkum) mereka, untuk menelaah persoalan tambang batu tersebut. "Permasalahan Gunung Tujuh sudah saya terima aspirasinya dari 2 tahun lalu, sudah langsung saya komunikasikan dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Menteri Kehutan. Waktu itu Menteri langsung mengutus Dirjen Gakkum. Saya kira sudah selesai, ternyata kemarin muncul kembali permasalahan itu," terang Daniel, Jumat (11/8) di Teluk Batang.

Untuk itu, dirinya menyakinkan jika permasalahan ini akan kembali dibahas bersama Kementerian dan dikaji kembali.  "Saya ke sini bukan hanya mendengar, tapi melihat dan berdiskusi dengan masyarakat. Jadi apa yang sudah saya dapat di sini akan menjadi masukan,  pertimbangan utama yang akan kami angkat di pusat bersama Menteri," ungkapnya.

Legislator Partai Kebangkitan Bangsa tersebut tidak menutup kemungkinan bersama Kementerian kembali ke Kayong Utara, untuk membuat ritual seperti cuci kampung dan cuci gunung. "Seluruh masyarakat,  kita akan adakan tradisi kultural, tradisi spiritual, kita akan menggelar cuci kampung dan cuci gunung di sini. Saat cuci kampung dan cuci gunung, dan saya hadirkan menteri di sini.  Sekaligus kita pernyatakan kalau gunung ini kita ritualkan, untuk menjadi gunung yang sakral,” janji legislator daerah pemilihan Kalbar tersebut.

Dalam kunjungan tersebut, dirinya akan mengagendakan penanaman pohon produktif yang nantinya dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar.  Selain untuk tetap menjaga keasrian hutan di Gunung Tujuh, keberadaan tumbuhan produktif ini diharapkan dia dapat membantu peningkatan perekonomian masyarakat.

"Bukan hanya demi kehidupan kita sekarang tapi untuk anak cucu kita ke depan. Kita juga akan melakukan penanaman pohon,  penghijauan, kita bersama Kementerian akan mendorong untuk menanam tumbuhan produktif. Untuk tanaman itu pohon jengkol,  tanaman kopi,  tanaman duren, supaya sumber air sini semakin terjaga," lanjutnya.

Dalam kunjungannya ke Teluk Batang, Daniel didampipngi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kayong Utara Alias. Mengenai hal ini, dirinya selaku wakil rakyat dipastikan menampung seluruh keluhan masyarakat.

Di lokasi yang sama, Ketua BPD Teluk Batang Selatan, Anton Purba, mewakili masyarakat Kecamatan Teluk Batang menolak akan adanya aktivitas tambang batu granit. Dia secara tegas mengatakan bahwa Gunung Tujuh sudah menjadi ikon masyarakat Teluk Batang, dan juga merupakan menjadi sumber mata air bagi masyarakat.

"Kepada Bapak Daniel Johan semoga dapat menghadirkan Kementerian. Mungkin Bapak semua bergaji,  tapi kami hampir 3 tahun mempertahankan gunung ini,  berbagai macam masalah kami hadapi,” kisahnya.

Untuk itu, dia berharap, dengan terus  menjaga keutuhan Gunung Tujuh ini, merupakan bagian dari  pencegahan agar gunung ini tetap utuh dan tetap terjaga. "Kami hanya berpedoman kepada tokoh masyarakat dan tokoh agama kami. Ia berpesan kepada kami,  tolong yang muda-muda pertahankan Gunung Tujuh, jangan sampai Gunung Tujuh ini hancur," tegas Anton sambil menangis haru.

Menurutnya, dari dua kubu pro dan kontra yang juga merupakan warga Teluk Batang ini, ditegaskannya, lebih banyak warga yang menolak atau kontra kepada perusahaan. Namun, dia menyayangkan, hingga saat ini suara masyarakat yang kontra tidak terlalu digubris oleh pihak terkait. 

"Semoga Bapak Daniel Johan nanti dapat membawa Kememterian untuk datang ke sini,  melihat lagsung mana yang pro dan kontra. Pemilihan Bupati, Presiden, Gubernur, tidak ada yang menang yang sedikit. Kami tidak percaya kepada yang lain,  kami hanya percaya yang berpihak kepada masyarakat. Karena suatu Negara kesatuan republik Indonesia ini tanpa masyarakat bukan negara," tegasnya. (dan)

Berita Terkait