Dandim : Selesaikan Masalah FBP

Dandim : Selesaikan Masalah FBP

  Senin, 21 March 2016 09:32
Budiman Ciptadi

Berita Terkait

PUTUSSIBAU—Kisruhnya PT. FBP (First Borneo Plantation) yang berujung pada pengurangan jam kerja karyawan dan tidak terpenuhinya janji perusahaan pada masyarakat sekitar kebun. Mendorong Dandim 1206 Putussibau Letkol Kav. Budiman Ciptadi juga angkat bicara. Ia meminta sebelum terjadi masalah serius antar perusahaan dan masyarakat, Pemda mesti memanggil jajaran manajemen FBP.

Budiman menyebutkan, FBP memang memiliki permasalahan terhadap masyarakat utamanya terkait perjanjian pengelolaan lahan perkebunan sawit. Serta janji-janji lainnya yang belum perusahaan penuhi. "Informasi yang saya dapat pihak perusahaan memang sedang berupaya mengatasi masalah manajemen mereka, mudah-mudahan masalah dimaksud segera teratasi" terangnya belum lama ini.

Menurut Budiman, terkait permasalahan yang dialami FBP, jika Pemda tak memiliki ketegasan akan menimbulkan konflik antara masyarakat dengan pihak perusahaan. Apalagi dalam kondisi sekarang dimana manajemen perusahaan sedang terpuruk dan mereka tak memprioritaskan warga setempat dalam berbagai pekerjaan. Terutama pekerjaan yang sifatnya bukan pekerjaan kasar di perusahaan.

“Sebetulnya mereka harus memprioritaskan warga tempatan, jangan hanya di pekerjakan sebagai buruh kasar, tetapi masukan mereka dalam manajemen sesuai keahlian dan pendidikan,” terangnya. Menurut dia, keberadaan perkebunan kelapa sawit belum memberikan manfaat bagi masyarakat, ini dapat dilihat belum ada masyarakat yang sejahtera khususnya disekitar perkebunan kelapa sawit itu.

Dikatakannya, dengan keberadaan perkebunan kelapa sawit yang justru menikmati hasil merupakan orang luar sementara penduduk sekitar jadi penonton. "Saya sudah dapat informasi terkait masalah perusahaan sawit dengan masyarakat, nanti tiba masanya masalah akan meledak. Masyarakat akan melakukan aksi pada perusahaan terkait lahan, pembagian dan kesenjangan sosial,” tutur Budiman.

Sementara itu, General Manejer (GM) PT FBP Riki Hatmoko pada wartawan membantah FBP sudah gulung tikar. Menurutnya, kondisi perusahaan dalam posisi stagnan dan hanya lakukan pengurangan terhadap karyawan harian, proses perawatan dan maintenen masih dilakukan."Yang kami kurangi itu tidak banyak, ini sudah dari dulu, kalau pengurangan jam kerja tidak benar," paparnya, Jumat (18/3).

Saat ditanya wartawan terkait adanya upaya PT. FBP akan di Take Over ke Sinar Mas ia mengatakan wacana take over tersebut sudah ada semenjak tahun 2014, namun tidak jadi dilakukan. "Saya tidak tau juga informasi terbaru, sebab saya hanya monitor bagian lapangan," katanya. Untuk pemberian intensif yang bisa diberi kepada camat dan kepala desa bukan untuk mengamankan posisi FBP.(aan)

Berita Terkait