Danau dan Hutan Lindung yang Terus Terjaga

Danau dan Hutan Lindung yang Terus Terjaga

  Selasa, 19 April 2016 09:42
ARWANA: Tambak Ikan Arwana banyak dibudidayakan di Kapuas Hulu.

Berita Terkait

SECARA keseluruhan, 56 persen dari luas wilayah Kabupaten Putussibau adalah kawasan konservasi dalam bentuk taman nasional dan hutan lindung. Salah satunya Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS). Danau yang terbentuk pada zaman es atau periode pleistosen ini memiliki kekayaan flora dan fauna yang luar biasa dan tak dimiliki daerah lain. Tumbuhannya saja ada 510 spesies dan 33 spesies di antaranya endemik TNDS, termasuk 10 spesies di antaranya merupakan spesies baru.

Hewan mamalia di TNDS ada 141 spesies. Sekitar 29 spesies di antaranya spesies endemik, dan 64 persen hewan mamalia itu endemik Borneo. Terdapat 266 spesies ikan, sekitar 78 persen di antaranya merupakan ikan endemik air tawar Borneo. Kawasan Taman Nasional Danau Sentarum tercatat sebagai salah satu habitat ikan air tawar terlengkap di dunia.

Selain hutan yang bagus dan menjadi habitat lebah, TNDS juga menjadi habitat berbagai jenis ikan air tawar, seperti Ikan Arwana (scleropages formosus) dan Ulang-uli (botia macracranthus) yang berhasil menembus pasaran internasional dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. 

Pada kawasan ini tercatat paling tidak 120 jenis ikan,  serta terdapat beberapa jenis spesies yang hanya dimiliki oleh Danau Sentarum dalam artian tidak ditemukan di belahan dunia lain.

Selain itu terdapat 31 jenis Reptilia.  Delapan jenis diantaranya merupakan jenis yang dilindungi seperti Buaya Muara (Crocodylus porosus), Buaya Senyulung (Tomistoma schlegelli), Labi-labi, Ular, Biawak, dll. Bahkan Buaya Katak atau Buaya Rabin (Crocodylus raninus) yang di Asia telah dinyatakan punah masih diketemukan di kawasan ini.

Di sini juga memiliki hutan adat yang selalu dijaga oleh masyarakat adatnya, yaitu terletak di perkampungan Sungai Utik yang kini juga menjadi destinasi baru jika berkunjung ke Putussibau. Perkampungan Sungai Utik terletak sekitar 70 kilometer di utara Kota Putussibau. (arief nugroho)

Berita Terkait