Danau Buak Mulai Kering

Danau Buak Mulai Kering

  Selasa, 3 November 2015 09:57
Gambar dari Internet

PUTUSSIBAU—Danau Buak merupakan salah satu objek wisata yang potensial di Kapuas Hulu. Objek wisata ini berada di kecamatan Bika, setengah jam dari kota Putussibau. Saat ini kondisi danau yang merupakan tujuan wisatawan lokal kering, karena kemarau. Dan butuh upaya pengembangan dari Pemkab Kapuas Hulu agar bisa jadi objek wisata yang lebih representatif, lengkapi sarana penunjang.

Warga kecamatan Bika, Alpon,  mengatakan objek wisata danau Buak memilik banyak keunggulan. Dari sisi akses darat, objek wisata andalan masyarakat Bika ini  tidak begitu jauh dari Putussibau, ibu kota kabupaten Kapuas Hulu. “Untuk mencapai lokasi, pengunjung hanya butuhkan waktu sekitar 30 menit dengan menggunakan kendaraan roda dua dan 15 menit kendaraan roda empat,” terangnya.

Dijelaskan Alpon, posisi objek wisata danau buak ini pun sangat strategis, tepat disamping Jalan Utama. Pengujung bisa langsung mencapai lokasi dengan kendaraannya. Kemudian, dipinggir danau ada sebuah rumah betang masyarakat Dayak Kantuk. Didepan betang, ada sebuah gazebo yang dibangun diatas danau. “Ini sebetulnya bisa jadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung,” kata Alpon.

Dari situ pengunjung yang datang dapat menikmati pemandangan safana yang ada di danau tersebut. Alpon menilai kawasan danau buak sudah cukup terpenuhi fasilitas fisiknya. Tinggal pemerintah melakukan beberapa pengembangan. “Pengembangan yang saya maksud seperti sarana pendukung, fasilitas berupa perahu atau bebek engkol untuk pengunjung mengitari danau,” katanya.

Selain itu, kata Alpon, mesti ada momen kebudayaan yang terjadwal, seperti pangung seni atau gawai dayak. Dua aspek ini saya rasa bisa mendukung daya tarik kepada pengunjung untuk datang ke danau buak. Senada dengan Alpon, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kapuas Hulu, Antonius menuturkan objek wisata danau buak memang perlu pengembangan lanjut.

“Kami setuju danau buak itu masih butuh pengembangan. Nanti kami upayakan sesuai kemampuan pemerintah,” tutur pria yang karib disapa Anton ini. Sebelumnya danau buak sudah dilakukan peningkatan sarana objek wisata. Salah satu yang dibangun adalah pondok atau gazebo. “Itu sengaja dibangun agar wisatawan yang datang bisa menikmati keindahan danau buak ini,” terang Anton lagi.

Untuk momen kebudayaan, sambung Anton, Dinas Pariwisata memang telah merencanakan untuk acara panggung kebudayaan. Jadi beberapa sanggar di Kapuas Hulu bisa menampilkan tarian dan musik tradisionalnya. “Panggung kebudayaan memang ada rencana untuk dilakukan di kecamatan. Nah kalau bisa, nanti kami buat saja diobjek wisata danau buak itu agar menarik,” tutur Anton.(aan)