Dana Terbatas Jumlah Tatung CGM Berkurang

Dana Terbatas Jumlah Tatung CGM Berkurang

  Selasa, 23 February 2016 08:28
TATUNG TUA: Seorang tatung yang sudah berumur saat mengikuti atraksi di Kawasan Pemakaman Umum Yayasan Bhakti Suci, Kubu Raya, Senin(22/2). HARYADI/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

KUBU RAYA – Kendati diselenggarakan dengan anggaran terbatas, puncak kegiatan Cap Go Meh di Kubu Raya berlangsung semarak. Puluhan tatung, sejumlah naga dan barongsai memenuhi lokasi yang dipusatkan di Yayasan Bhakti Suci, Jalan Adisucipto di Kubu Raya.

“Kalau tahun sebelumnya jumlah tatung yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan sekitar 50 tatung. Anggaran terbatas dan tahun ini, kami tidak menyediakan dana khusus untuk membayar tatung. Jumlah tatung tahun ini hanya 38 tatung saja,” kata Ketua Majelis Adat Budaya Tionghoa Kubu Raya, Lim Tau Hong, Senin (22/2).Soal dana kegiatan, kata Lim, selain dari anggota MABT, panitia juga menggalang dana dari partisipaan atau masyarakat Tionghoa yang peduli dalam melestarikan seni budaya Tionghoa di Kubu Raya.

Wakil Ketua MABT Kubu Raya Hamdan mengakui keterbatasan anggaran dalam penyelenggaraan Cap Go Meh di Kubu Raya tahun ini. Ia berharap Pemkab Kubu Raya bisa memberikan perhatian lebih besar untuk mengalokasikan anggaran bagi penyelenggaraan kegiatan Cap Go Meh.“Saya maklumi jika pada tahun ini tidak mendapatkan kucuran anggaran maksimal untuk penyelenggaraan kegiatan Cap Go Meh, bisa jadi kami telat mengusulkan karena alokasi APBD telah dibahas. Saya berharap tahun yang akan datang pemerintah bisa menyisihkan anggaran untuk ini,” katanya.

Tidak hanya tatung, dalam kegiatan tersebut panitia juga menampilkan atraksi barongsai, naga dan pentas seni budaya Tionghoa.Melihat pengalaman tahun sebelumnya, dia melihat antusias masyarakat sekitar cukup baik terhadap penyelenggaraan Cap Go Meh, karenanya panitia penyelenggara kegiatan juga memberikan tempat bagi para pedagang informal di Kubu Raya untuk turut berjualan.

“Tahun ini kami tetap menyediakan tempat bagi para pedagang, namun sebelumnya didata agar  saat berjualan mereka bisa lebih tertib dan bisa membantu kami untuk sama-sama menjaga suasana aman dan nyaman sepanjang rangkaian kegiatan,” paparnya.Seorang warga Tionghoa, Ana mengaku senang lantaran bisa menyaksikan perayaan Cap Go Meh di Kubu Raya. “Tahun sebelumnya saya dan keluarga ke Singkawang, namun karena tahun ini sudah ada di sini ya ikutan meramaikan di sini saja. Sama saja cuma di Singkawang lebih meriah,” ungkapnya.

Ana berharap panitia termasuk Pemkab Kubu Raya bisa mengemas penyelenggaraan kegiatan Cap Go Meh menjadi lebih semarak. Karena menurutnya tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat Tionghoa, namun masyarakat lain yang ada di Kubu Raya juga bisa turut bergabung pada kegiatan tersebut.“Kalau sebelumnya kami jarang ketemu dengan ada keramaian seperti saat ini secara tak langsing bisa membuat kami saling akrab dan lebih saling mengenal; satu sama lainnya,” pungkasnya. (ash)

Berita Terkait