Dana Tebusan Melonjak Drastis

Dana Tebusan Melonjak Drastis

  Kamis, 15 September 2016 09:30

Berita Terkait

PONTIANAK – Jelang ditutupnya periode pertama Amnesti Pajak pada akhir September ini, dana tebusan yang dihimpun Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Kalimantan Barat mengalami peningkatan yang signifikan. Kepala Kanwil DJP Kalbar Slamet Susantyo mengatakan hingga Rabu (14/9) kemarin, dana tebusan Amnesti Pajak di provinsi ini sudah tembus Rp66 miliar.

 
“Angka ini meningkat tajam karena September ini adalah akhir periode pertama Tax Amnesty, dimana persentase tebusannya hanya dua persen saja. Bulan depan sudah naik persentasenya,” ujarnya saat diwawacarai Pontianak Post usai acara penyembelihan hewan kurban dalam rangka Iduladha di Kanwil DJP Kalbar, kemarin.

Dijelaskan dia, selain dana tebusan, angka harta dari luar negeri yang dialihkan ke dalam negeri (repatriasi) via DJP Kalbar juga mengalami peningkatan. Tercatat sudah Rp45,49 miliar dana dari luar negeri yang masuk ke Kalbar melalui bank gateway yang ditunjuk pemerintah.

Angka keiikutsertaan wajib pajak juga melonjak cukup tajam. “Dari data terbaru kami, sudah 1557  surat pernyataan ikut Amnesti Pajak di Kalbar yang tersalurkan. Sementara surat yang sudah selesai diproses mencapai 805 surat peryataan,” jelas dia.

Dia meyakini angka ini akan terus meningkat pada September ini. Pasalnya, pihaknya sudah melakukan sosialisasi maksimal melalui berbagai media massa, outdoor hingga even-even talkshow yang mendatangkan massa. Dia menganggap masyarakat, terutama wajib pajak besar, sudah paham tentang manfaat dan tata cara program ini.

Hanya saja, kata dia, sebagian wajib pajak besar masih melakukan pengumpulan data hartanya untuk kemudian dilaporkan dalam program ini. Selain itu, ada kecenderungan jika masyarakat lebih senang ikut di hari-hari terakhir.

“Sebagian masih wait and see. Mereka kumpulkan data dulu. Kami perkirakan di pekan ke-4 bulan ini adalah titik puncak pendaftar. Untuk itu kami sudah antisipasi dengan menyiapkan sistem dan petugas,” ucapnya.

Peningkatan dana tebusan secara nasional juga semakin tampak. Slamet mengatakan, secara nasional, dana tebusan sudah tembus Rp13,2 triliun. Sementara total harta yang dideklarasikan mencapai Rp426 triliun. Angka deklarasi tersebut bersumber dari dalam negeri sebesar Rp307,7 triliun dan luar negeri Rp98 triliun. Ada pun dana repratriasi sdah mencapai Rp20,9 triliun.

Dia mengingatkan, waktu periode penyampaian permohonan tax amnesty periode I hanya sampai 31 September 2016. “Periode pertama itu berakhir 31 September dengan tarif penebusan 2 persen, jika lebih dari 31 September sudah masuk periode II, dengan tarif 3 persen,” katanya.  (ars)

 

Berita Terkait