Dana Mengolah Sampah Mahal , Pemkot Pontianak Bakal Menaikkan Retribusi Sampah

Dana Mengolah Sampah Mahal , Pemkot Pontianak Bakal Menaikkan Retribusi Sampah

  Sabtu, 5 December 2015 11:37

Berita Terkait

PONTIANAK - Pemerintah Kota Pontianak berencana menaikkan tarif retribusi sampah pada 2016. Alasannya, dana untuk mengolah sampah tidak kecil. Pengelolaan tempat pembuangan akhir (TPA) yang serius membutuhkan dana yang cukup besar.
Selain alasan itu, Wali Kota Pontianak Sutarmidji mengatakan dana retribusi sampah juga digunakan untuk mengelola taman sehingga memerlukan tambahan pendapatan. “Sekarang saja pengelolaan sampah dan pemeliharaan taman menghabiskan lebih dari Rp40 miliar.”
Uang yang dikeluarkan Pemkot Pontianak yang dikelola oleh dinas kebersihan dan pertamanan berbanding terbalik dengan retribusi yang berhasil dikumpulkan. Tahun lalu pendapatan asli daerah dari retribusi sampah hanya kisaran Rp10 miliar sampai Rp11 miliar. “Angka itu jauh dari harapan,” sebut Sutarmidji.
Dia meminta masyarakat Pontianak mendukung rencana kenaikan tarif retribusi sampah itu. Sutarmidji meyakinkan bahwa kenaikan tarif untuk menjaga kebersihan Pontianak, merawat tamannya, agar kota ini lebih bersih dan indah. “Ada kenaikan retribusi kebersihan ini masyarakat jangan ngomel dulu karena memang kami membutuhkan dana untuk membuat Pontianak ini tamannya semakin baik, kebersihan semakin terjaga,” ucapnya.
Sutarmidji memastikan retribusi atau apapun yang berasal dari masyarakat akan digunakan sepenuhnya untuk kepentingan publik. “Saya jamin itu. Semuanya untuk kepentingan dan kenyamanan masyarakat juga.”Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Pontianak, Satarudin tidak sepenuhnya setuju dengan rencana kenaikkan tarif retribusi sampah tersebut. Menurutnya kenaikkan tarif retribusi apapun perlu dikaji. “Harus ada kajian. Hitung-hitungan, untung rugi buat masyarakat apa saja,” ujarnya, kemarin.
Tidak sepenuhnya setuju, artinya ada bagian yang disetujui Satarudin. Menurutnya, retribusi sampah boleh naik pada obyek-obyek tertentu. Dia menyebut hotel, restoran, dan rumah makan boleh dinaikkan tarifnya. Dia beralasan sektor tersebut banyak menyumbang sampah dan mendapat pemasukan dari usahanya, berbeda dengan rumah tangga. “Rumah tangga yang perlu dikaji mendalam. Kalau restoran, rumah makan, dan hotel saya setuju,” kata Ketua PDIP Kota Pontianak itu.
Alasan pemkot menaikkan tarif retribusi karena ingin meningkatkan PAD disepakati Satarudin. Dia menilai peningkatan PAD memang diperlukan lantaran Pontianak tidak memiliki sumber daya alam seperti daerah lain. Kota ini PAD-nya disandarkan pada pajak dan retribusi. “Berbagai upaya perlu dilakukan untuk meningkatkan PAD, akan tetapi perlu diperhatikan juga kepentingan masyarakat di belakangnya,” dia menjelaskan.
Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut XII Pontianak Laksamana Pertama TNI Heru Santoso mengajak masyarakat menciptakan kebersihan lingkungan Taman Alun Kapuas. Pihaknya, kemarin mengerahkan personel Lantamal XII untuk melakukan pembersihan Taman Alun Kapuas dan Sungai Kapuas.
Heru menjelaskan kegiatan ini mengajak warga Pontianak supaya selalu menjaga dan peduli bersama-sama terhadap kebersihan lingkungan, kerapian, keindahan dan keamanan lingkungan taman kota. Dalam pembersihan di taman kebanggaan masyarakat Pontianak itu, ternyata cukup banyak ditemukan sampah di wilayah tersebut.
Diantaranya sampah plastik, tanaman dan kayu-kayu. Tetapi setelah dilakukan pembersihan oleh petugas akhirnya sampah tersebut dipindahkan ke tempat semestinya. Ia meminta kepada semua elemen masyarakat untuk tidak lagi membuang sampah di sini. Selain merusak pemandangan, dampak menumpuknya sampah dapat menyebabkan banyak hal, terlebih jika pengunjung turut membuang sampah kepinggiran Sungai Kapuas. Satu manusia membuang sampah di sungai, jika diikuti jutaan manusia membuang sampah di sungai dapat mengakibatkan berbagai masalah yang dapat timbul. “Ini harus dijaga dari sekarang, mulai dari diri sendiri,” ajaknya.  
Dengan terjaga sambung dia, maka lingkungan tersebut akan menjadi nyaman bagi pengunjung sehingga obyek wisata rekreasi ini dapat menjadi kebanggaan bagi warga Pontianak maupun wisatawan lokal dan turis asing ketika berkunjung kemari. “Kebersihan Sungai Kapuas juga mesti dijaga, agar dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk keperluan kehidupan sehari-hari warga Pontianak,” cetusnya. (hen/iza)

 

Berita Terkait