Dana Bencana Kalbar Habis untuk Gafatar

Dana Bencana Kalbar Habis untuk Gafatar

  Kamis, 11 February 2016 09:08
Gambar dari JawaPos

Berita Terkait

PONTIANAK - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei menyatakan tindakan pencegahan menjadi fokus dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Ia menilai kebakaran dan kabut asap pada tahun lalu dikarenakan pencegahan tak efektif.

“Kalau pencegahan efektif, tak terjadi kebakaran. Pencegahan itu berarti sampai pemadaman dini saat api masih kecil,” ujar Willem dalam Rapat Evaluasi Penanganan Bencana Asap Akibat Karhutla di Provinsi Kalbar Tahun 2015 dan Pencegahannya Tahun 2016, Rabu (10/2) di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar.Berdasarkan hasil evaluasi secara nasional, sedikitnya dua juta hektare lahan di Indonesia terbakar pada tahun lalu. Jumlah personil untuk memadamkannya tak sampai 100 ribu orang. Pesawat yang digunakan untuk membantu pemadaman maksimal 30 unit.

Willem mengungkapkan kapasitas dan dana penanggulangan bencana asap di daerah tak memadai. Kemampuan perusahaan dalam pencegahan juga tak memadai.“Ini sudah kami lihat. Kebakaran sulit dipadamkan. Api padam karena hujan. Ini pembelajaran yang harus dilihat. Makanya tindakan pencegahan harus dilakukan,” kata Willem.Menurut Willem, BNPB mengedepankan kesiapsiagaan. Peran serta masyarakat dan dunia usaha diperlukan. Pencegahan kebakaran hutan dan lahan dilakukan dengan berbasis pemberdayaan masyarakat desa.

“Karena diketahui banyak kebakaran yang terjadi karena pembakaran. Pendekatan penyelesaian masalah dengan memberdayakan masyarakat,” ungkapnya.Saat ini, lanjut Willem, pihaknya sedang mengidentifikasi desa-desa yang sangat rawan terhadap kebakaran hutan dan lahan. Semua jajarannya akan menetapkan desa yang menjadi prioritas.“Provinsi yang menjadi prioritas ada tujuh yakni di Kalimantan ada empat termasuk Kalbar dan Sumatera ada tiga provinsi,” kata Willem.

Wakil Gubernur Kalbar Christiandy Sanjaya mengatakan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Kalbar cukup baik. Kalbar dapat menangani asap akibat karhutla walaupun luasan hutan yang terbakar cukup besar yakni mencapai 167.961 hektare. Dari luasan itu terdiri atas lahan gambut yang terbakar 74.858 hektare dan nongambut 92.833 hektare. “Semuanya dapat terkendali dengan baik,” ujar Christiandy.Christiandy mengatakan anggaran untuk bencana di Kalbar pada 2016 sebesar Rp5 miliar. Tetapi tersisa hampir Rp1 miliar karena digunakan untuk pemulangan pengikut Gafatar.“Kami sudah menyampaikan kepada gubernur. Hal ini akan dibicarakan ke dewan. Diharapkan bisa ditambah dalam APBD perubahan,” tuturnya. (uni)

Berita Terkait