Dampak Runway Terendam, Travel Alami Kerugian

Dampak Runway Terendam, Travel Alami Kerugian

  Selasa, 14 November 2017 10:00
DELAY HINGGA BATAL TERBANG: Penumpang ketika menunggu kepastian penerbangan dari Bandara Supadio, ketika air merendam runway bandara, Minggu (12/11) kemarin. DOK-PONTIANAK POST

Berita Terkait

Supadio Sepenuhnya Normal

PONTIANAK – Penerbangan di Bandar Udara Supadio sepenuhnya normal pada, Senin (13/11) kemarin. “Mulai hari ini penerbangan melalui Bandara Internasional Supadio Pontianak sudah normal seperti sedia kalanya. Setelah sebelumnya landasan pacu penerbangan tergenang air sehingga terjadi pembatalan penerbangan dari semua maskapai,” ujar General Manager Angkasa Pura II Supadio Pontianak, Bayuh Iswantoro.

Dia mengatakan, sejumlah penerbangan terpaksa dibatalkan atau dijadwalkan ulang lantaran genangan air yang menimpa runway bandara. “Akibat hujan deras, kemarin landasan pacu terendam air sehingga tidak bisa dilalui pesawat baik dari dan ke Kalbar," papar dia.

Menurutnya, hingga saat ini pun masih ada air tergenang di landasan pacu. Namun posisi air tergenang tersebut berada di pinggiran sehingga tidak mengganggu aktivitas penerbangan. "Pihak kita akan terus berusahan mengatasi genangan air tersebut untuk segera dikeringakan. Kita tengah dan terus memompa air tersebut," papar dia. 

Dia sendiri meyakini jika tidak ada lagi hujan menguyur dengan deras ke depan kondisi penerbangan akan lancar.   "Kita terus berusaha dan semoga ini terus lancar. Pelayanan akan kami maksimalkan," sambungnya.

Ketua asosiasi biro perjalanan wisata (Asita) Kalimantan Barat Nugroho Henray Ekasaputra menyesalkan terjadinya banjir di sarana vital seperti Bandara Supadio. “Iya tentu kejadian ini sangat kita sesalkan, karena menyebabkan terganggunya transportasi ke dan dari Kalbar melalui udara. Baik itu penumpang maupun kargo,” imbuhnya. 

Dia menyebut, sejumlah travel agent mengalami kerugian materi langsung akibat kejaian ini. Pasalnya tidak sedikit penumpang yang tidak mau diganti dengan  skema skedul ulang penerbangan. “Mereka minta penerbangannya dibatalkan saja dan minta uangnya dikembalikan secepatnya (refund),” sambung dia.

Asita sendiri berharap peristiwa ini menjadi pelajaran bagi pengelola Bandara dalam perencanaan pembangunan. Pasalnya, pembangunan sarana vital seperti ini harus memasukkan unsure pencegahan risiko bencana alam dan sosial, termasuk potensi banjir. “Kita berharap hal ini segera bisa diatasi. Dan kedepan sistem drainase Bandara Supadio harus segera diperbaiki untuk dapat mengantisipasi curah hujan yang tinggi,” pungkas dia.

Sejumlah maskapai dan agen perjalanan turut menjadi korban dalam musibah tersebut. Distrik Manager Lion Air Group Pontianak Lukman Nurjanah misalnya, mengatakan seluruh pesawat Lion Air dari dan menuju Pontianak harus tertunda pada Minggu (12/11). Bahkan beberapa flight terpaksa harus batal terbang lantaran delay yang terlalu lama.  Hal sama dialami pula oleh maskapai plat merah Garuda Indonesia. 

General Manager Garuda Indonesia Pontianak Siswanto menyebut, pihaknya setidaknya sudah melakukan pembatalan dan penundaan untuk sejumlah penerbangan. Malahan semua penerbangan domestik yang menggunakan pesawat ATR atau tipe baling-baling dibatalkan seluruhnya pada hari Minggu. (ars) 

Berita Terkait