Dalam Waktu Setengah Jam, Kartu Uang Elektronik Habis Terjual

Dalam Waktu Setengah Jam, Kartu Uang Elektronik Habis Terjual

  Sabtu, 16 December 2017 16:03

Berita Terkait

PONTIANAK Post bersama Pemerintah Kota Pontianak, BI Kalbar dan Pertamina kembali menggelar senam sehat dalam rangka mensosialisasikan Pontianak Go Cashless. Kegiatan yang digelar di Halaman Kantor Distrik Navigasi Kelas III Pontianak, Jalan Khatulistiwa, Siantan, Pontianak Utara, Sabtu, (16/12) ini diikuti masyarakat  sekitar dan karyawan  di Distrik Navigasi Kelas III Pontianak. 

Penjualan kartu elektronik pun semakin diminati. Bahkan dalam waktu setengah jam, produk uang elektronik dari beberapa Bank habis terjual. “Penjualan kali ini luar biasa. Dalam waktu setengah jam saja, 50 kartu yang kami bawa terjual habis,” ujar Ade Indra bagian Electronic Banking Bank Kalbar.

Stan Bank Mandiri yang ikut serta di kegiatan ini juga dibanjiri pembeli. Pengunjung pun memanfaatkan kesempatan ini untuk bertanya lebih jauh tentang penggunaan kartu elektronik ini. “Hari ini kartu yang kami sediakan untuk acara ini habis terjual,” ujar Robby Wahyu Fahlevi, dari Bank Mandiri yang ikut menjelaskan penggunaan kartu tersebut. 

Dia menambahkan, dalam satu bulan ini produk e-money semakin gencar di sosialisasikan ke masyarakat. Mulai dari Pontianak Go Cashless, promosi ke sekolah, hingga ke media sosial. Dalam satu bulan ini, kata dia sekira 5000 kartu e-money terjual. Program Pontianak Go Cashless akan  berlangsung hingga akhir Desember, di setiap akhir pekannya. 

Maryanto, salah satu peserta Senam Sehat ini pun tak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk membeli produk yang sedang promo itu. “Saya sudah lama tahu dari media saja, tetapi baru ini mendapatkan sosialisasi langsung dan membeli produknya,” jelas dia. 

Dikatakannya, program ini baik untuk mendukung kemudahan transaksi. “Disisi lain memang ada plus minusnya. Tetapi menurut saya ini memberikan kemudahan untuk ngepos anggaran untuk BBM,” jelasnya. 

Pontianak Go Cashless ini sudah digelar kali ke empat. Sebelumnya, sosialisasi sudah dilakukan di beberapa lokasi lain. Program sosialisasi Pontianak Go Cashless ini untuk mengenalkan masyarakat bagaimana cara penggunaan uang elektronik. Pontianak menjadi kota pelopor dan percontohan pertama di Indonesia dalam penggunaan SPBU Nontunai. Masyarakat diajarkan bagaimana cara mendapatkan uang elekronik, top up saldo dan  melakukan transaksi.

Sosialisasi disampaikan Sandy Rahardian, Sales Eksekutif Elpiji Wilayah Pontianak. Sandy mengatakan, program sosialisasi Pontianak Go Cashless ini untuk mengenalkan masyarakat bagaimana cara penggunaan uang elektronik. 

Program BBM hanya dengan uang elektronik di SPBU Kota Pontianak akan diberlakukan  mulai 1 Januari 2018 mendatang. “Ini kan salah satu program Pak Walikota Pontianak untuk menjalankan salah satu program Smart City di Kota Pontianak,” tambahnya. 

Harapannya, kata dia ketika penerapan itu telah dilaksanakan, masyarakat sudah paham dalam bertransaksi. Sosialisasi pun semakin gencar dilakukan setiap kecamatan yang ada di kota Pontianak. 

Empat bank di Indonesia telah menghadirkannya. BCA dan Bank Kalbar memberinya nama FLAZZ, BRI dikenal BRIZZI, Mandiri dengan E-MONEY dan  BNI memiliki TAPCASH. Bank-bank lain menjalin kerjasama dengan salah perbankan ini dalam program belanja nontunai.

Mengapa uang elektronik? Sejumlah negara maju telah memanfaatkan teknologi ini. Uang elektronik telah sah sebagai pengganti uang tunai dalam melakukan transaksi pembayaran. Aman karena tidak terjadi pemalsuan. Mudah karena tidak perlu ada uang kembalian lagi. Proses transaksi tentu akan berjalan semakin cepat. Cukup dengan tapping (menempelkan) ke mesin EDC.

Syarat utama adalah harus memiliki saldo dalam uang elektronik. Pembelian dan top up saldo sangat mudah. Bisa di kantor bank, ATM, SPBU, Indomaret atau Alfamart, internet banking dan mobile banking (aplikasi handphone). Minimal top up Rp1, sedangkan maksimal saldo Rp1.000.000.  Pemilik uang elektronik tidak harus punya rekening di bank.Uang elektronik ini kelak tidak saja digunakan di SPBU tapi juga dapat dipakai untuk pembayaran tol seperti di Jakarta, transportasi umum dan belanja di toko-toko.
Bagaimana kalau uang elektronik hilang sedangkan saldonya masih ada. Apakah bisa diblokir? Uang elektronik sama seperti uang biasa. Ketika uang elektronik hilang, tidak bisa diblokir dan dan tidak bisa ditarik kembali. Top up atau penambahan saldo sama sekali tidak dikenakan biaya. Juga tidak ada batas akhir pemakaian kartu dan batas akhir pemakaian saldo. Selama setahun kartu tidak dipakai, maka isinya tidak akan berkurang. Jadilah masyarakat yang cerdas. Masyarakat yang menggunakan uang elektronik dalam melakukan berbagai transaksi.

Selain senam sehat bersama, dilanjutkan beragam kegiatan seperti sosialisasi penggunaan uang elektronik untuk pembelian BBM di SPBU, penggunaan Bright Gas 5,5 Kg, hiburan dan pembagian doorprize. Tabung gas yang bewarna pink itu dianggap lebih aman dan lebih nyaman. Tidak terlalu berat sehingga mudah untuk diangkat. Bright Gas juga memiliki ukuran 12 Kg.  Selain mempunyai beberapa keunggulan yang tidak dimiliki oleh produk ELPIJI Pertamina lain, seluruh tabung Bright gas telah dilengkapi dengan katup pengaman ganda (Double Spindle Valve System) yang membuatnya 2x lebih aman dari kebocoran. (mrd)

Berita Terkait