Daging Ilegal Masih Beredar

Daging Ilegal Masih Beredar

  Jumat, 29 April 2016 09:22
BARANG MALAYSIA: Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Andi Yul menunjukkan sosis asal Malaysia yang diamankan kemarin. Sosis ini dibeli dari supir taksi untuk kemudian di jual kembali. SHANDO SAFELA/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK – Polisi berhasil menangkap seorang pedagang makanan ilegal asal Malaysia di Pasar Flamboyan, Pontianak pada Kamis (28/4) pukul 00.30. Mu diduga sudah lebih setahun menjual daging sapi dan  sosis asal Malaysia. Saat dilakukan penggerebekan di Jalan Tanjung Raya II, Pontianak ditemukan tempat penampungan barang dan makan tanpa dokumen.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Andi Yul Lapawesean mengatakan terungkapnya sindikat penjual barang dan makanan asal Malaysia tersebut berawal dari informasi masyarakat yang menduga ada seseorang yang dicurigai memasarkan daging sapi dan sosis.

Andi menuturkan dari informasi tersebut dilakukan penyelidikan, hingga akhirnya seorang terduga penjual daging dan sosis ilegal, yakni Mh berhasil ditangkap. “Dari Mh diketahui jika daging dan sosis tersebut didapat dari penampung dan pedagang di Flamboyan, yakni Mu,” kata Andi, Kamis (28/4).

Andi mengungkapkan dari keterangan itu dilakukan penangkapan dan penggerebekan terhadap Mu di kediamannya. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, yakni 30 dus sosis Ayam Madu, setiap dus berisi 32 bungkus sehingga semuanya sebanyak 960 bungkus dan tujuh dus daging Allana seberat 20 kg perdus.

Menurut Andi, Mu mengakui daging dan sosis tersebut berasal dari Entikong, Balaikarangan, dan Sekayam, Kabupaten Sanggau. Barang itu dibawa sopir taksi dengan muatan per hari lima sampai enam dus kemudian dijual kepadanya. “Untuk daging sapi dibeli seharga Rp1,5 juta perdus seberat 20 kilogram sementara sosis Rp300 ribu perdus,” ungkapnya.

Andi menambahkan oleh tersangka barang ditampung dan dijual di Pasar Flamboyan dengan harga eceran untuk daging sapi seharga Rp80 ribu per kilogram sementara sosis perdus dijual Rp310 ribu atau harga perbungkusnya Rp12 ribu. “Akan terus kami dalami hingga kepada penyedia daging dan sosisnya,” tegas Andi.

Andi menegaskan tersangka akan dikenakan pasal 62 (1) jo pasal 8 (1) huruf a & j UU 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen dan pasal 141, 142  UU 18/2012 tentang Pangan, dengan ancaman lima tahun. “Karena tersangka ini sudah lama berjualan barang ilegal, maka akan dikenakan pula pasal pencucian uang,” tegasnya.

Tersangka Mu mengaku setelah membeli daging dan sosis dari sopir taksi, selanjutnya dijual ke Pasar Flamboyan. “Harganya lebih murah dibandingkan dengan daging dan sosis lokal. Kalau sudah di pasar, daging sapi saya campur dengan daging lokal supaya tidak ada yang tahu,” kata tersangka.

Dia mengaku baru empat kali membeli barang-barang tersebut. “Kalau masalah layak atau tidak layak saya juga tidak tahu. Tapi setahu saya barang itu dari Malaysia. Lumayan untungnya, untuk daging sapi bisa Rp5.000 per kilogram, sosis Rp10 ribu perbungkus,” ungkapnya.

Sepanjang April 2016, sudah tiga kali upaya penyelundupan daging dari Malaysia yang digagalkan Polda Kalbar. Demikian diungkapkan PJs Kabid Humas Polda Kalbar AKBP Badarudin, kemarin.

Menurut Badarudin, ketiganya diamankan di lokasi dan waktu yang berbeda. Lokasi pertama, Jalan Raya Manambon, Mempawah. Polisi mengamankan Par (34) warga Sanggau Ledo, Bengkayang pada 12 April 2016. Barang bukti yang diamankan diantaranya sosis jenis ayam madu sebanyak 10 kotak, Sosis panggang/bakar sebanyak 40 kotak, Sosis kepiting sebanyak 10 kotak. Daging sapi sebanyak 5 kotak dengan berat 20 kg, serta satu unit mobil KB 8436 K warna putih dan satu lembar STNK mobil.

Kemudian pada 19 April 2016, pihaknya juga mengamankan Naf, yang membawa 28 kotak sosis ayam bakar 10 kotak sosis ayam madu 5 kotak daging sapi. Pada tanggal 21 April 2016 sekitar pukul 16.30, Tim Subdit I Dit Reskrimsus melakukan upaya paksa berupa penangkapan terhadap satu unit mobil dengan nomor polisi KB 1662 BL yang diduga membawa daging ilegal merek Allana yang berasal dari luar negeri sebanyak 25 kotak berisi 28 kg dan 20 kg.

Penangkapan dilakukan di Jalan Raya Ambawang, Kubu Raya.  Selanjutnya terhadap sopir, Ed dan Sol beserta barang bukti dibawa ke kantor Ditreskrimsus Polda Kalbar guna pemeriksaan lebih lanjut.

Modusnya yaitu Sya yang disinyalir pemilik barang menyuruh Ed dan Sol untuk membawa dan mengangkut  daging ilegal merek Allana yang diduga berasal dari luar negeri dari gudang milik sendiri yang berada di Balai Karangan, Sanggau.

Oleh Ed dan Sol, daging tersebut rencananya akan dibawa ke Pontianak  yaitu ke lapak milik Sya yang berada di Pasar Flamboyan dan daging tersebut akan dijual.‎ "Untuk saat ini Sya ditetapkan sebagai tersangka karena diduga melanggar pasal 31 UU 16/1992, tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan," pungkasnya. (adg/arf)

Berita Terkait